Keterangan foto: Dewa Hendri, Kepala Pos Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kabupaten Jembrana sekaligus petugas Basarnas Bali bertemu dengan anaknya/MB

Jembrana (Metrobali.com) –

Sekelumit cerita dibalik musibah tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Yunicee di Selat Bali dekat Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali beberapa hari lalu.

Seorang anak sampai jatuh sakit (panas) karena saking kangennya dengan kehadiran sosok ayah. Pasalnya, sejak KMP Yunicee tenggelam pada Selasa (29/6/2021) lalu, sang ayah tidak kunjung pulang.

Kerinduan si buah hati patut dimaklumi. Namun sebagai seorang anggota Basarnas yang bertugas melakukan pencarian dan memberikan pertolongan, tentu wajib mengutamakan tugas.

Adalah Dewa Hendri, Kepala Pos Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kabupaten Jembrana sekaligus petugas Basarnas Bali. Selama empat hari sejak KMP Yunicee tenggelam ia memang tidak pernah pulang.

Mendapati kedua buah hatinya datang ke Pelabuhan Gilimanuk, ia langsung memeluk dan mencium kedua anaknya.

Rama Rifa Gunawan dan adiknya Rasya Arsinta Gunawan datang ke Pos Gabungan SAR di Pelabuhan Gilimanuk dengan diantar ibunya, Munawarah (Istri Dewa Hendri).

Rasa rindu yang mendalam kepada sosok ayah, mengharuskan mereka untuk datang langsung ke Pelabuhan Gilimanuk.

Terlebih si bungsu, Rasya Arsinta Gunawan yang masih berusia 4 tahun. Saking kangennya, ia sempat jatuh sakit dan mengigau memanggil-manggil ayahnya.

“Kangen sama ayah. Biasanya main sepeda bareng” ujar Rama Rifa Gunawan, anak pertama Dewa Hendri.

Munawarah, istri Dewa Hendri menuturkan yang paling kangen dengan sosok ayah adalah anaknya yang paling kecil Rasya Arsinta Gunawan. Bahkan ia sempat sakit karena saking kangennya.

“Mah, Cinta (nama panggilan Rasya) kangen sama papa, kok nggak pulang-pulang. Saya bilang, nanti papa juga pulang. Malamnya tiba-tiba demam. Panasnya sampai 38,7. Waktu tidur mengigau, papa, papa” terangnya.

Baca Juga :
Panahan Sumbang Perak-Perunggu di Hari Terakhir

Diakuinya semuanya kangen dengn sosok ayah apalagi selama empat hari tidak pernah ketemu. “Cinta (Rasya) memang kebapa-an banget Kalau kangen, kami semua kangen” ungkapnya. MT-MB