Jembrana (Metrobali.com)-

Gubernur Bali Made Mangku Pastika memberi atensi serius atas adanya laporan  masyarakat mengenai ceceran minyak di kawasan Teluk Gilimanuk. Merespon pengaduan masyarakat tersebut, Gubernur langsung mengintruksikan  Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Bali untuk melakukan peninjauan ke Teluk Gilimanuk.  Menindaklanjuti intruksi tersebut, Kepala BLH Provinsi Bali AA.Gede Alit Sastrawan, beserta sejumlah staf langsung meninjau lokasi ceceran minyak di Teluk Gilimanuk, Senin (30/4). Demikian dikatakan Kepala Biro Humas Setda Provinsi Bali, Drs.I Ketut Teneng, SP.Msi dalam siaran persnya.
Lebih lanjut dikatakan Teneng, dari hasil pantauan di lapangan diketahui bahwa ceceran minyak solar mulai terlihat sejak 29 April lalu. Ceceran minyak hanya terlokalisir pada kawasan Teluk Gilimanuk pada hamparan seluas 100 haktare. “Sejauh ini, sebarannya tidak sampai ke kawasan kolam pelabuhan Gilimanuk,” ujar Teneng.
Tim BLH yang turun ke lapangan juga tidak mencium bau yang menyengat sehingga dapat diduga kalau volume tumpahan tidak terlalu besar. Selain itu, pada kawasan tersebut juga tidak ditemukan kematian biota. “Masyarakat sekitar juga masih dapat melaksanakan kegiatan memancing dan mendapatkan ikan dari aktivitas tersebut,” imbuhnya.
Untuk mengetahui tingkat pencemaran air laut akibat tumpahan/ceceran minyak tersebut, BLH Bali telah mengambil sampel air laut untuk diuji di laboratorium dan hasilnya baru dapat diketahui dalam tiga hari. Selain BLH Bali yang memantau dari sisi lingkungan hidup, Petugas ASDP dan Satuan Polisi Perairan Pelabuhan Gilimanuk juga sedang mengidentifikasi sumber ceceran minyak solar tersebut. SUT-MB

Baca Juga :
Program listrik 35.000 MW diperkirakan terealisasi cuma 30 persen