Cawali Jaya Negara Tarikan Topeng Keras di DNA, Pemimpin Totalitas Lestarikan Seni Budaya

Metro Bali
single-image

Foto: Calon Walikota Denpasar nomor urut 1, I Gusti Ngurah Jaya Negara menarikan Tari Topeng Keras, di DNA Lumintang Denpasar, Minggu (15/11/2020).

Denpasar (Metrobali.com)-

Bertepatan dengan rahina Tilem sasih kalima, Calon Walikota Denpasar nomor urut 1, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menarikan satu tarian yang dinamakan Tari Topeng Keras.

Cawali Jaya Negara menarikan Tari Topeng Keras saat acara penutupan 30 Tahun Anniversary Yudistira Association, yang dilaksanakan di Dharma Negara Alaya (DNA) Lumintang Denpasar, Minggu (15/11/2020).

Tari Topeng Keras merupakan satu tarian putra (tunggal) memakai topeng, dengan perbendaharaan gerak yang sederhana namun membutuhkan kemampuan penari untuk menyesuaikan gerak dengan ekspresi topeng yang dikenakan.

Tarian ini biasanya ditampilkan sebagai pembuka dari sebuah pertunjukan drama tari topeng, dilakukan dengan penekanan pada penguasaan terhadap jalinan wiraga dan wirama yang didukung kesadaran dan kepahaman akan wirasa.

Dalam menarikan Topeng Keras, Jaya Negara terlihat sangat menjiwai dan serasi sesuai karakter topeng.

“Ini wujud beliau yang sangat komit untuk menjaga, mempertahankan, dan melestarikan kesenian kita di Bali, sejalan visi misi Jaya-Wibawa untuk membangun Denpasar sebagai kota yang kreatif berbasis budaya guna mewujudkan Kota Denpasar yang MAJU, Makmur, Aman, Jujur, dan Unggul,” jelas Ketua Tim Kampanye Jaya-Wibawa Ketut Suteja Kumara yang turut hadir di acara ini didampingi juga Calon Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa.

Sementara itu serangkaian 30 Tahun Anniversary Yudistira Association yang merupakan sebuah lembaga bantuan hukum berkedudukan di Kota Denpasar yang sebelumnya telah mengadakan lomba tari pada 4 Oktober 2020. Dimana, pelaksanaan penjurian pertama dilakukan secara virtual mulai dari 31 Oktober 2020 bertepatan dengan rahina Purnama kalima.

Dari 60 orang peserta, akhirnya pada Minggu (15/11/2020) tersisa 4 group yaitu group Tari Margepati 4 orang, Topeng Keras dan Tari Topeng Arsawijaya berjumlah 4 orang.

Baca Juga :
Menaker Harus Segera Lakukan Terobosan Terkait TKI

“Sebelumnya kami (Yudistira Association) telah mulai pada Purnama kalima dan kami tutup pada rahina Tilem hari ini,” ujar Pimpinan Yudistira Association Nyoman Gde Sudiantara dalam sambutannya.

Dalam kesempatan tersebut dirinya tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada dewan juri yang terlibat selama pelaksanaan lomba.

“Terutama dalam hal ini kepada Profesor Wayan Dibia yang benar-benar antusias, meskipun dalam suasana pandemi. Dan baru kali ini beliau memberikan workshop dan kami tayangkan langsung saat itu. Jika dilihat sampai saat ini jumlah follower dalam akun kami sebanyak 16.500,” papar pria yang lebih populer dipanggil Pakman Punglik ini.

Pakman Punglik berharap kegiatan ini memberikan efek positif meskipun dalam suasana pandemi. Ia juga berharap, semua bisa bangkit serta bisa memberikan motivasi kepada seniman muda untuk tetap eksis dari apa yang dilakukan saat ini.

“Dalam kesempatan ini saya pribadi serta atas nama Yudistira Association mengucapkan banyak-banyak terimaksih yang sebesar-besarnya atas telah terselengaranya pelaksanaan kegiatan ini,” tutupnya. (dan)

Bagikan :
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Leave a Comment

Your email address will not be published.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});