Bangli (Metrobali.com)-

Usai menerima penghargaan dari Kementerian LHK, Direktur Bank Sampah Induk (BSI) Dywik Bank Sampah Bangli Ni Komang Ayu Yudiani didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangli Putu Ganda Wijaya, bertemu dengan Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, bertempat di ruang rapat BMB Kantor Bupati Bangli, pada Selasa (20/6/2023).

Bank Sampah Induk Dywik meraih predikat BSI Terbaik Se- Indonesia. Penghargaan di serahkan langsung oleh Menteri LHK, Siti Nurbaya, Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 KLHK, Rosa Vivien Ratnawati, dan Rahmat Witoelar bertempat di Gedung Manggala Wanabakti Jakarta, pada Selasa (13/6/2023).

Di Provinsi Bali ada 2 Kabupaten yang Bank Sampah Induknya mendapatkan Prestasi yaitu BSI DYWIK Kabupaten Bangli dan BSI Griya Luhu Kabupaten Gianyar.

Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta mengapresiasi kerja keras dan kerja iklas yang sudah dilakukan oleh Dywik Bank Sampah dalam hal penyelamatan lingkungan. Pihaknya berharap Dywik Bank Sampah menjadi pelopor dan sekaligus menjadi media dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Bangli. Pemerintah Kabupaten Bangli akan selalu hadir dalam mendukung segala usaha yang dilakukan oleh Dywik Bank Sampah dalam penyelamatan lingkungan khususnya di Kabupaten Bangli.

Bank sampah Dywik mendapatkan penghargaan bank sampah induk terbaik satu Nasional, dengan memenuhi 10 aspek penilaian diantaranya aspek kelembagaan, aspek struktural, aspek kepesertaan, aspek sosial media,aspek tatkelola atau managerial, aspek serapan sampah, aspek ciculer ekonomi, aspek digitalisasi, aspek keberlanjutan dan aspek infek sosial. Melalui pemberian penghargaan kinerja bank sampah kiranya dapat menjadi titik balik dalam mengaktifkan peran dan daya Bank Sampah bersama masyarakat dalam upayanya sebagai bagian dari rantai pengelolaan sampah dalam membangun ekosistem sirkular ekonomi di Indonesia,” ujar Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 KLHK, Rosa Vivien Ratnawati.

Menteri LHK, Siti Nurbaya mengatakan bahwa bank sampah memiliki peran strategis sebagai sarana edukasi, instrumen perubahan perilaku masyarakat dan moda penerapan ekonomi sirkular di Indonesia dalam rantai nilai pengelolaan sampah.
“Mari kita bangun skema yang sistematik yang dapat menjamin masyarakat memilah sampah di sumber, menjamin kesiapan dan kesedian offtaker dalam berkontribusi mendukung pemilahan lanjutan dan daur ulang,” pungkasnya.

 

Sumber : Humas Pemkab Bangli