Jembrana (Metrobali.com)

 

Musibah kebakaran menimpa warga Kelurahan Dauh Waru kemarin siang, di Jl. Pulau Komodo no.7 Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana, mendapat perhatian Bupati Jembrana I Nengah Tamba.
Mendengar itu, bupati langsung turun ke lokasi bersama Wakil Bupati Jembrana, Asisten III, Kadis Sosial, Kalaksa BPBD dan Kepala OPD terkait untuk melihat langsung kondisi pasca kebakaran Minggu (10/7).

Kebakaran terjadi pada Sabtu (9/7/2022) siang hari sekitar pukul 13:00 Wita.
Tidak ada korban jiwa saat peristiwa terjadi, namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Bupati Jembrana memberikan bantuan uang tunai serta bantuan lain berupa matras, makanan siap saji, selimut, dan paket sembako kepada korban sebagai bentuk kepedulian dari pemerintah daerah.
“Semoga dengan kehadiran kami dan sedikit bantuan dari pemerintah daerah dapat membantu meringankan beban dari keluarga korban”, kata Bupati Tamba.

Pihaknya menambahkan bahwa kejadian kebakaran adalah sesuatu yang tidak dapat diprediksi, pemerintah beserta jajaran berusaha untuk selalu tanggap menyikapi setiap terjadi musibah seperti ini.
“Ini adalah musibah, kita dari Pemerintah Daerah berusaha secepat mungkin dapat membantu sejak diinfokan terjadi kebakaran, seperti yang kita dengar pernyataan dari warga sekitar kejadian bahwa saat kejadian angin kencang dan cuaca panas mengakibatkan penyebaran api sangat cepat. Pihak pemadam telah melakukan yang terbaik untuk membantu, namun inilah yang namanya musibah tidak dapat kita prediksi akan seperti apa akhirnya”, tambahnya.

I Nengah Tamba mengungkapkan pihaknya turut prihatin atas kejadian yang menimpa warga.
“Hari ini kita turun ke tempat kejadian karena turut merasakan keperihatinan yang dirasakan korban dengan musibah yang dialami, semoga korban dapat tabah dan ikhlas menghadapi musibah ini”,ungkapnya.

ia juga menghimbau agar semua pihak dapat membantu meringankan beban korban.
“Saya menitipkan keluarga disini kepada Dinas Sosial, BPBD dan Dinas Kesehatan untuk membantu keperluan korban dan selalu memantau kondisi keluarga korban”, pungkasnya.

Baca Juga :
Abaikan Arsitektur Bali, Dewan Kecam Telkomsel

I Made Berata korban kebakaran membeberkan kerugian akibat musibah ini dan mengukapkan saat kejadian tidak ada di rumah.
“Saat kejadian saya sedang ada rapat yang ada di rumah hanya istri dan anak kedua saya, kami mengalami kerugian mencapai 1’5 milyar rupiah, karena rumah dan semua perlengkapannya habis terbakar, perhiasan, sertifikat tanah, dokumen penting seperti ijazah dan yang lainnya serta beberapa barang elektronik, ada 4 televisi 1 kulkas, mesin cuci dan laptop termasuk perlengkapan sekolah anak-anak habis terbakar”, kata Made Berata.

Pihaknya berterima kasih atas perhatian dari pemerintah daerah dan berharap dapat diberikan bantuan tempat tinggal sementara.
“Saya sangat berterima kasih atas kehadiran Bupati Jembrana beserta jajaran, saya mohon pemerintah dapat membantu memberikan tempat tinggal sementara sampai saya bisa memperbaiki tempat tinggal saya yang telah terbakar, karena ini rumah satu-satunya yang kami miliki”, harapnya. (Humas Pemkab Jembrana)

Editor : Sutiawan