Jembrana (Metrobali.com)

 

Bupati Jembrana I Nengah Tamba membuka secara resmi kegiatan Pelatihan Pengelolaan Bisnis dan Manajemen Wirausaha (Sentra Tenun) bertempat di Gedung PLUT UMKM Jembrana, Senin (18/4). Kegiatan yang didanai dari anggaran DAK Non Fisik Kementerian Perindustrian RI ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan sentra Industri Kecil Menengah di Kabupaten Jembrana.

Dalam sambutannya Bupati Tamba menyambut baik kegiatan pelatihan ini, dengan harapan peserta pelatihan dapat melestarikan tenun tradisional Jembrana. “Kami sangat berterima kasih dan menyambut baik kegiatan pelatihan yang diselenggarakan melalui anggaran DAK Non Fisik Kementerian Perindustrian RI di Kabupaten Jembrana. Pelatihan ini merupakan bukti keseriusan dari Pemerintah Kabupaten Jembrana untuk melestarikan tenun tradisional agar tidak punah dan bersama-sama meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jembrana,” ujar Tamba.

Bupati asal Desa Kaliakah ini menambahkan, Dengan nanti adanya Gedung Sentra Tenun Jembrana diharapkan menjadi momentum kebangkitan tenun Jembrana yang berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat.

“Dengan nanti selesainya dibangun Gedung Sentra Tenun Jembrana, diharapkan akan menjadi momentum kebangkitan tenun tradisional di Kabupaten Jembrana. Ini peluang besar para penenun dan pasar untuk produk-produk tenun yang dihasilkan akan semakin terbuka luas. Tentunya akan berdampak pula pada perekonomian masyarakat secara luas,” terangnya.

Di lain sisi, Ketua Panitia Pelatihan Pengelolaan Bisnis dan Manajemen Wirausaha Made Dwiari Lestari dalam Laporannya menyampaikan Pelatihan ini ditujukan untuk pelaku usaha tenun di Kabupaten Jembrana yang dilaksanakan selama 10 hari. “Pelatihan Pengelolaan Bisnis dan Manajemen Wirausaha ditujukan untuk pelaku usaha tenun di Kabupaten Jembrana dengan jumlah sasaran adalah 100 orang. Pelatihan akan dilaksanakan dalam 2 angkatan dimana masing-masing angkatan terdiri dari 2 kelas yang terdiri dari 25 orang peserta. Jadi total peserta pelatihan adalah 50 orang per angkatan. Adapun pelatihan untuk angkatan pertama dilaksanakan selama 10 hari yaitu dari tanggal 18 April sampai dengan 29 April 2022,” kata Dwiari.

Baca Juga :
Inggris umumkan jaringan pengebom Manchester masih bebas

Lebih lanjut, Dwiari yang juga Kabid Perindustrian pada Dinas Koperindag Jembrana menambahkan, selain pelatihan Pengelolaan Bisnis dan Manajemen Wirausaha juga akan diselenggarakan beberapa pelatihan lainnya. “Selain pelatihan Pengelolaan Bisnis dan Manajemen Wirausaha juga akan diselenggarakan beberapa pelatihan yang didanai melalui DAK Non Fisik Tahun 2022, diantaranya Pelatihan Teknis Produksi, Pendampingan Pengembangan dan Diversifikasi Produk serta Pengembangan Promosi Produk IKM untuk menjalin Kemitraan,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kadis Koperindag Jembrana, Camat Jembrana, Camat Mendoyo dan Direktur PLUT KUMKM Jembrana. (RED-MB)