Jembrana (Metrobali.com)-

Kabupaten Jembrana sebenarnya sangat layak untuk tempat dibangunnya bandara. Pasalnya Pemprov Bali memiliki tanah yang sangat luas di Jembrana khususnya di Kecamatan Pekutatan.  Dimana saat ini tanah tersebut masih digunakan untuk perkebunan karet.

Hal tersebut disampaikan Bupati Jembrana I Putu Artha, Senin (30/9). Menurutnya jika bandara dibangun di Jembrana, pihak pemprov tidak perlu lagi mengeluarkan dana untuk pembebasan tanah (ganti rugi tanah). “Dari kajian, lokasi itu sangat layak untuk dijadikan Bandara. Hanya saja terkendala oleh RTRW Bali yang tidak memungkinkan di Jembrana ada bandara” ujar Artha.

Dikatakannya meski lahan sekitar 1300 hektar lebih itu ditanami karet dan wilayahnya masuk Jembrana, namun Kabupaten Jembrana tidak pernah ikut menikmati hasilnya (getahnya).

Artha juga menyayangkan kabupaten lain yang tidak konsisten menjalankan rencana tata ruang. Jembrana yang dari awal sudah diplot akan menjadi kawasan industri, namun faktanya banyak kabupaten lain yang juga ada pabrik. “Dari kesepakatan awal, Pengambengan kita inginkan menjadi sentra perikanan, tapi di Kedonganan juga ada. Kabupaten lain juga demikian” ujarnya.

Dikatakannya pihaknya kini sedang giat-giatnya menjadikan Pengambengan sebagai kawasan minapolitan. Sehingga pabrik-pabrik ikan terpusat disana. Untuk mendukungnya pihaknya kini sedang membangun akses jalan, puskesmas rawat inap dan sekolah.

Upaya menjadikan Pengambengan sebagai kawasan minapolitan diakui Artha mengalami keterlambatan karena proses di pusat, sehingga pihaknya harus memulai lagi dari awal, termasuk mengevaluasinya.

Dalam upaya itu, menurutnya Artha pihaknya telah mengikuti tahapan seperti pembuatan Design Enginering Detail (DED) dan melakukan pembebasan lahan di tanah timbul yang luasnya mencapai 22 hektar. MT-MB

Baca Juga :
Presiden Hadiri Acara Puncak Haornas 2020 secara Virtual dari Istana Bogor