Foto: AMD, Koster, AWK tiga besar dalam Polling Pilgub Bali 2024.

Denpasar (Metrobali.com)-

Pengamat politik dan juga tokoh Bali yang tidak mau disebutkan namanya menyampaikan prediksi AMD-AWK dari jalur independen dan dukungan koalisi parpol dipastikan bisa mengalahkan kekuatan parpol besar di Bali. Dengan demikian wacana pasangan Wayan Koster-Nyoman Giri Prasta (Koster-Giri) yang disebut-sebut diskenariokan PDI Perjuangan untuk melawan kotak kosong alias tidak ada lawan di Pilgub Bali 2024 sudah bisa disebut tidak tercapai karena desakan publik masyarakat Bali untuk menampilkan lawan tanding.

Hal ini terlihat jelas dari hasil beberapa polling dan survey masyarakat Bali dimana muncul nama-nama tokoh independen yang bisa menjadi calon lawan kuat maju sebagai Calon Gubenur Bali melawan Koster.

Dua tokoh independen tetap paling diminati didorong maju untuk Pilgub Bali 2024 yaitu Agung Manik Danendra (AMD ) tokoh sentral Puri Tegal Denpasar Pemecutan dan Arya Wedakarna (AWK) sosok politikus vokal yang sekarang duduk di DPD RI. Bahkan AMD masih memuncaki sejumlah polling Pilgub Bali 2024 seperti polling dari PSI dengan tembus nyaris 100 persen.

Bila ditelisik lebih jauh dalam hasil sementara Polling Ngrembug Semeton Bali “Mencari Calon Gubernur Bali 2024-2029” yang digelar Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan dapat diakses pada situs https://rembukrakyat.psi.id/bali/, AMD memang di atas angin, tak terkalahkan sejauh ini.

Dukungan untuk tokoh bernama lengkap Dr. Anak Agung Ngurah Manik Danendra, S.H., M.H., M.Kn., tokoh sentral Puri Tegal Denpasar Pemecutan ini juga terus meroket dalam Polling Pilgub Bali 2024 di situs Kabar Bali Satu atau KBS (kabarbalisatu.com) dengan dukungan mendekati 30 persen dan memimpin sementara hasil polling jauh meninggalkan dukungan untuk Koster yang harus puas di posisi kedua dengan dukungan hanya 22,44 persen.

Sementara AWK juga terus merangsek masuk tiga besar Calon Gubernur Bali pilihan publik. Hal ini terlihat dalam polling KBS kini AWK menempati posisi ketiga dengan dukungan mendekati 12 persen. AWK mampu menggeser dan mengalahkan dukungan untuk Bupati Badung Nyoman Giri Prasta di posisi keempat.

Sedangkan mantan Walikota Denpasar dua periode Ida Bagus Rai Darmawijaya Mantra (Rai Mantra) yang pernah tarung dengan Koster di Pilgub Bali 2018 tampaknya sudah tidak lagi diminati publik untuk tarung di Pilgub Bali 2024. Hal ini lantaran Rai Mantra dinilai tidak konsisten dengan langkah politiknya untuk Bali.

Rai Mantra kini memilih tarung sebagai calon DPD RI dan juga dinilai sudah kalah pamor dengan AMD dan AWK yang belakangan juga semakin mendapatkan dukungan publik sebagai pemimpin Bali berikutnya. Di sejumlah polling Pilgub Bali bahkan Rai Mantra menjadi juru kunci, tampak sepi dukungan publik. Di poling KBS misalnya Rai Mantra harus berada di posisi paling buncit, urutan ke-11 dengan dukungan hanya 3,2 persen. Sangat jauh dengan dukungan AMD di angka hampir 30 persen dan AWK di angka tembus mendekati 12 persen.

“Untuk Pilgub Bali 2024, nama Rai Mantra sudah habis. Tidak akan berani maju melawan Pak Koster. Dia nyari aman dan nyari kursi saja dengan nyalon ke DPD RI. Lupakan Rai Mantra, publik di Bali sudah punya jagoan baru AMD dan AWK. Mereka lebih konsisten dan serius untuk membangun Bali,” kata salah satu tokoh Bali.

Bahkan berembus kabar paket AMD-AWK atau bisa saja AWK-AMD yang akan menjadi penantang kuat bagi Koster-Giri ataupun Koster dengan siapapun wakilnya. Paket dua tokoh fenomenal dan dicintai milenial itu diyakini bisa menumbangkan siapapun paket jagoan dari PDI Perjuangan, terlebih jika keduanya maju dari jalur independen di tengah ada penurunan kepercayaan publik terhadap tokoh partai politik.

Beberapa pengamat juga menilai apabila AMD-AWK bergabung di pertarungan Pilgub Bali maka akan menjadi kekuatan besar dan sangat mungkin memenangkan Pilgub Bali. “Kita lihat Pak Yan dan Nyoman masih pede. Mereka tampaknya masih ngotot ingin menjadi calon Bali Satu dari PDI Perjuangan. Tapi beredar kabar mereka akan dikawin paksa untuk menyelamatkan PDI Perjuangan dari perpecahan internal. Justru itu akan memuluskan langkah bagi paket Paslon AMD-AWK. Dua tokoh independen benar-benar ancaman yang nyata untuk partai merah di Bali karena jika dua tokoh fenomenal AMD-AWK bersatu maka besar peluang menang Pilgub Bali,” kata salah satu tokoh Bali yang juga pengamat politik.

Di sisi lain sinyal yang diberikan AWK untuk maju Pilgub Bali juga masih begitu kuat. Sinyal itu dinilai oleh sejumlah pengamat juga ditujukkan AWK saat melakukan safari politik mengunjungi pimpinan DPW Partai NasDem Bali. Saat ditanya wartawan dalam kunjungan itu, AWK menyebut dirinya masih fokus ke DPD RI namun tidak menutup kemungkinan ada langkah politik lain.

“Astungkara masih berproses dulu dan berjuang melalui jalur DPD, tetapi yang namanya politik masih dinamis, kita lihat saja nanti ke depannya,” tegas AWK.

Entah AMD-AWK atau AWK-AMD itu pastinya sangat diminati publik Bali untuk maju Pilgub Bali 2024. “AWK dan AMD bagus, bisa jadi keduanya tarung di Pilgub Bali. Kalau AWK kan istrinya juga dari Buleleng, jadi pertarungan juga makin seru. Kalau AMD tokoh sentral Puri Denpasar yang istrinya dari Gianyar. Jadi ini paket bagus banget sangat pas kombinasinya, kita lihat sangat memikirkan kepentingan Bali,” kata Gede Wardana pengamat politik yang juga mantan Wakil Bupati Buleleng ini.

Dia menilai dua tokoh independen ini berpeluang menjadi pemimpin Bali berikutnya bahkan bisa saja menang. Dia menilai dua nama yang santer muncul ke publik seperti AWK dan AMD, adalah tokoh-tokoh yang bagus dan layak dipertimbangkan. Kalau AWK juga bisa mengambil pasar pemilih di Bali Utara atau Buleleng sementara AMD dari tokoh puri dan tokoh milenial lebih ke suara Bali Selatan dan Tengah.

Pandangan senada disampaikan tokoh muda Bali Nengah Sumerta. Menurutnya publik sudah bisa melihat pergerakan tokoh-tokoh Bali yang lebih layak menjadi Bali Satu di Pilgub Bali 2024. Seperti dua tokoh independen yang paling kuat yakni AMD dan AWK.

“Tokoh muda, tokoh independen seperti AMD dan Wedakarna kelihatannya sudah mulai bergerak untuk menggalah dukungan dan bisa menjadi tokoh independent paling kuat di Pilgub Bali 2024,” papar Sumerta.

Sebagai sosok tokoh fenomenal, AMD dan AWK dinilai punya citra yang cukup bagus di publik dan menjadi simpul kekuatan anak-anak muda. “Saya lihat mereka tokoh yang konsisten berupaya membentuk opini publik di media dan punya peluang untuk Bali Satu. Pertanyaannya apakah dua tokoh ini akan bersatu melawan Koster. Kalau iya, tentu pertarungan Pilgub Bali akan semakin seru,” ujar Sumerta yang juga merupakan tokoh pendidikan dan mantan Wakil Kepala Sekolah SMA Bali Mandara di saat sekolah itu baru berdiri di era kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster.

AMD selama ini dikenal sebagai sosok yang humanis suka berbagi dan beryadnya, memiliki pengalaman organisasi, intelektual tinggi dan disegani kaum millenial.  Nama AMD tidak hanya dikenal di Bali tapi juga sampai ke Jawa dan Sumatera karena banyak membantu Umat mendirikan tempat ibadah, mendirikan pura di nusantara. Maka tidak heran AMD yang dikenal gemar berbagi ini dijuluki sebagai The Real Sultan Dermawan dan dikenal sebagai Pejuang Hindu Nusantara Sejati.

AMD merupakan tokoh independen yang  irit bicara politik, sosok gabungan intelektual dan spiritual tinggi dikenal tokoh yang bersih dan gemar berbagi dari uang kantor pribadinya. AMD namanya harum dan viral dengan berbagai aksi mensupport berbagai kegiatan UMKM dan membantu membangkitkan perekonomian Bali, menssuport berbagai kegiatan milenial sehingga namanya cukup menarik perhatian publik dan semakin moncer di Bali. (dan)