Tradisi Megangsing Menekan Kenakalan Remaja

Metro Bali
single-image
IMG20160615120326
Kadisbudpar Buleleng Ir. Nyoman Sutrisna, MM/MB
Buleleng, (Metrobali.com) –
Momentum Twin Lake Festival 2016 dimanfaatkan oleh warga Catur Desa Adat Dalem Tamblingan yakni Desa Munduk, Desa Umajero, Desa Gesing dan Desa Gobleg mengadakan lomba megangsing selama dua hari dari tanggal 23-24 Juni 2016.”Diadakannya lomba megangsing, untuk melestarikan kebudayaan setempat. Dan kali ini diikuti oleh enam sekaa gangsing. Karena selain sekaa gangsing dari catur desa juga diikuti dari Desa Bengkel dan Desa Pedawa” demikian diungkapkan Kadisbudpar Buleleng Ir. Nyoman Sutrisna, MM, Selasa (15/6).
Dilakukannya pelestarian permainan gangsing ini, menurut Ketua Tim Sembilan Catur Desa Adat Dalem Tamblingan Jro Putu Ardana permainan tradisional megangsing mulai jarang dikenal anak-anak jaman sekarang. Karena telah tergerus dengan permainan moderen seperti, Playstation, Nitendo hingga handphone yang memudahkan mendownloadberagam permainan dalam aplikasi play store.”Kendatipun banyak bermunculan permainan modern, untuk tradisi permainan megangsing tetap dilestarikan secara turun temurun oleh warga Catur Desa Adat Dalem Tamblingan” terang Jro Putu Ardana.
Menurutnya permainan gangsing akan dilakukan standarisasi dan selanjutnya akan dituliskan ke dalam sebuah buku. “Kedepannya nanti sejarah gangsing ini akan dibukukan oleh pemerintah” ujar Jro Putu Ardana.
Iapun mengungkapkan bahwa dampak sosial yang ditimbulkan dengan permainan gangsing pada warga masyarakat Catur Desa Dalem Tamblingan karena dapat menekan kenakalan remaja, seperti misalnya keluyuran sambil minum-minuman keras atau kebut-kebutan di jalan. GS-MB
Bagikan :
Baca Juga :
Lima Juta Petani Tinggalkan Lahan Pertanian

Leave a Comment

Your email address will not be published.