Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Tim PKM STMIK Primakara Kembangkan Sistem Tagging Barcode, Digitalisasi Tanaman Upacara di Kebun Raya Bali

Metro Bali
single-image

Foto: Tim Pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari STMIK Primakara merancang sistem tagging barcode untuk tanaman upacara Agama Hindu Bali yang ada di areal Taman Panca Yadnya Kebun Raya Eka Karya Bali.

Tabanan (Metrobali.com)-

Berkunjung ke Kebun Raya Eka Karya Bali (Kebun Raya Bedugul) yang berlokasi di Bedugul, Tabanan akan semakin seru, dan pengunjung akan dapat pengalaman berbeda yang lekat dengan teknologi digital.

Pasalnya Tim Pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari STMIK Primakara merancang dan mengembangkan sistem tagging barcode. Sistem ini untuk digitalisasi pengelolaan tanaman upacara Agama Hindu Bali yang ada di Taman Panca Yadnya areal Kebun Raya Bedugul ini.

“Sistem ini untuk mendigitalisasi pengelolaan tanaman upacara Agama Hindu Bali yang ada di salah satu taman areal Kebun Raya Bedugul ini,” kata Ketua Tim Pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari STMIK Primakara Putu Satwika, M.Kom., Senin (23/9/2019).

Seperti diketahui, Kebun Raya Eka Karya Bali ini memiliki koleksi tanaman upacara Agama Hindu yang dikenal dengan nama Taman Panca Yadnya.  Koleksi tanaman pada Taman Panca Yadnya ini dimulai pada tahun 1991 dan diresmikan pada tanggal 17 Juli 2018 (lipi.go.id).

Dilaporkan terdapat 580 tanaman yang terdiri dari 130 spesies tanaman, 42 famili, 81 genus yang menjadi koleksi Taman Panca Yadnya. Namun dengan minimnya informasi terhadap keberadaan museum dan Taman Panca Yadnya ini membuat sepinya pengunjung.

Pencatatan koleksi yang masih manual inilah  membuat Tim Pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari STMIK Primakara menjadikan taman ini sebagai topik permasalahan.

Taman Panca Yadnya yang berada di sebelah Barat ketika pengunjung baru memasuki gerbang pintu Kebun Raya Bedugul ini dianggap sebagai tempat ideal untuk pengenalan tanaman upacara kepada generasi muda.

Baca Juga :
Polisi ditikam saat lerai tawuran di Daan Mogot

Bukan hanya itu saja taman ini dapat dijadikan sebagai pusat penelitian museum hidup untuk habitat tanaman banten yang digunakan mayarakat Hindu untuk upacara keagamaan.

Karena itulah Pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari STMIK Primakara merancang sistem tagging barcode untuk tanaman upacara Agama Hindu Bali di Taman Panca Yadnya Kebun Raya Bali ini.

Tim diketuai oleh I Putu Satwika, M.Kom (Program Studi Teknik Informatika, STMIK Primakara) beserta anggota pelaksana Anak Agung Ayu Putri Ardyanti, M.T (Program Studi Teknik Informatika, STMIK Primakara) dan Made Pharmawati, Ph.D (program studi Biologi, Universitas Udayana).

Tim juga bekerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia yang diwakili oleh Kepala Koordinator Peneliti  dari Kepala Konservasi Tumbuhan Kebun Raya “Eka Karya” Bali-LIPI Wawan Sujarwo, Ph.D.

Sistem tagging barcode  ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dari staf Kebun Raya Bali sendiri, serta memudahkan pemeliharaan tanaman secara terpadu. Sebab informasi sistem tersimpan dalam database.

“Ini juga bisa menjadi salah satu wisata baru dimana pengunjung dapat langsung mencoba mencari informasi dari tanaman secara langsung,” terang Putu Satwika.

Kegiatan ini didanai oleh Kemenristek DIKTI melalui program Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Simlibtamas pelaksanaan tahun 2019.

Dengan pemanfaatan Digitalisasi Sistem Tanaman Upacara Hindu Bali di Kebun Raya Eka Karya Bali ini diharapkan mampu meningkatkan omzet dari pihak pengelola. Yang penting pula adalah peningkatan kualitas dan kuantitas tanaman upacara Agama Hindu Bali.

Termasuk peningkatan pemahaman dari masyarakat khususnya anak muda. Kemudian  dapat menjadi wisata edukasi.

Digitalisasi Sistem Tanaman Upacara Hindu Bali di Taman Panca Yadnya Kebun Raya Bali ini juga diharapkan menjadi semacam museum hidup untuk mengurangi resiko tanaman menjadi langka akibat penggunaan sehari-hari dan aktivitas upacara.

Baca Juga :
KPU-Panwaslu Tabanan Tertibkan Baliho Langgar Zona

Serangkaian kegiatan PKM ini juga dilaksanakan Kuliah Umum dengan tema “Peran Multimedia dalam Diseminasi Pengetahuan Etnobotani Masyarakat Bali” pada hari Minggu, 28 April 2019 dengan dihadiri oleh 72 orang mahasiswa STMIK Primakara. (dan)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.