Terhubung dengan Bumi’ Bersama Earth Hour Bali: Mulai dari Matikan Lampu, Hingga Gaya Hidup ‘Hijau’ Sehari-hari

Metro Bali
single-image

Foto : Konferensi Pers Earth Hour This Year: Connect to Earth, Kamis (22/3) di Kantor WWF-Indonesia Sunda Banda Seascape, Renon, Denpasar.

Denpasar (Metrobali.com)-

Percepatan perubahan iklim mengakibatkan Bumi kehilangan keanekaragaman hayati. Tahun ini, Earth Hour berusaha melestarikan dan menyelamatkan keanekaragaman hayati yang ada di bumi ini dengan mengambil tema #Connect2Earth. Tema tersebut bertujuan untuk membangun kesadaran publik supaya terhubung kembali dengan bumi sebagai tempat tinggal bersama dengan makhluk hidup lainnya.

Di Bali, Komunitas Earth Hour Bali dalam kegiatan #Connect2Earth melakukan kegiatan konservasi
untuk menyelamatkan habitat mangrove dan terumbu karang yang ada di Provinsi Bali. Komunitas
Earth Hour Bali telah melakukan konservasi terumbu karang di 5 lokasi di Bali yaitu Tanjung Kotal,
Pantai Pandawa, Pantai Tulamben, Pantai Les, Pantai Labuan Amuk, dan tahun ini akan dilaksanakan
di Pantai Penuktukan. Sepanjang aksi Earth Hour Bali tahun 2015 – 2018, 4500 bibit mangrove telah
tertanam di kawasan Ekowisata Mangrove Wanasari (Kampung Kepiting) – Tuban.

Pada ‘Switch Off’’ 2018, Earth Hour Indonesia kembali mengajak individu, komunitas, media massa,
praktisi bisnis, dan pemerintah untuk turut serta mematikan lampu dan peralatan elektronik yang
tidak sedang dipakai selama satu jam sebagai simbol kepedulian dan komitmen untuk penurunan
laju perubahan iklim.

Pada momen ‘Switch Off’, Earth Hour Bali mencatat antusiasme partisipan, yang menjadi simbol
kemajuan pola pikir dan sikap masyarakat dan pemerintah Indonesia terhadap isu-isu lingkungan
dan perubahan iklim yang kita alami saat ini.

“Earth Hour bukan sekedar mematikan lampu selama satu jam, tetapi menjadi bagian dari gaya
hidup sehari-hari yang lebih ramah lingkungan. Mulai dari hemat penggunaan kertas dan tisu; lebih
aktif dalam menggunakan transportasi publik; mengurangi dan mengolah sampah, termasuk
mengurangi pengunaan kantong plastik, dan melakukan kegiatan konservasi keanekaragaman hayati yang sesuai dengan gerakan #Connect2Earth,” kata Sutan Tantowi, Koordinator Earth Hour Bali. ‘Switch Off’ Earth Hour 2018 akan diselenggarakan serentak di sejumlah kota di Indonesia pada
tanggal 24 Maret 2018 pukul 20.30-21.30 waktu setempat. Di Bali, aksi ini akan diramaikan dengan
serangkaian selebrasi yang difokuskan di Beachwalk Mall Kuta.

Baca Juga :
Perangi Katarak, Bali Berhasil Turunkan Angka Kebutaan

Perayaan ‘Switch Off’ Earth Hour Bali tahun ini mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Bali
dan juga didukung oleh sektor perhubungan (bandara) serta sektor bisnis seperti Hotel, Resort dan
juga Mall. Para partisipan melakukan aksi ‘Switch Off’ serta mendukung kampanye-kampanye seperti hemat energi dan energi terbarukan serta pelestarian keanekaragaman hayati. Melalui Earth Hour tahun ini, diharapkan dapat menggerakkan lebih banyak pihak untuk melakukan aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari demi menjaga keberlangsungan planet bumi dan keberlanjutan sumber daya alam, bukan sekedar seremonial sesaat.

Editor : Whraspati Radha

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.