Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Selama Tahun 2019, BNNK Buleleng Merehabilitasi 68 Pecandu Narkoba

Metro Bali
single-image

BNNK Buleleng Di Tahun 2019 Tes Urine Di 81 Lokasi Dan Merehabilitasi 68 Pecandu Narkoba

Buleleng, (Metrobali.com)-
BNNK Buleleng dalam upaya memerangi bahaya laten Narkotika selama ini patut diapresiasi, dimana lebih mengedepankan upaya pencegahan. Terbukti hingga di bulan nopember 2019, telah melakukan sosialisasi tentang nakoba sebanyak 1.340 kali di 9 kecamantan se Kabupaten Buleleng terkhusus menyasar kaum pelajar, mahasiswa dan organisasi kepemudaan serta masyarakat lainnya.

Didalam sosialisasi ini, pihak BNNK menyerukan dan menyarankan bagi mereka yang terkontaminasi dengan narkoba agar melapor ke BBNK guna dilakukan rehabilitasi.”Bagi pecandu narkoba yang lapor diri ke BNNK tidak diproses hukum. Kami akan memberikan layanan rehabilitasi secara gratis. Jadi bagi para pecandu narkoba jangan takut atau malu lapor diri.” ucap tegas Kepala BNNK Buleleng AKBP Astawa yang di dampingi Bidang Pemberantasan Kompol Putu Aryana dan Bidang Rehabilitasi Ni Luh Sri Ekarini, Senin (2/12) siang di Kantor BNNK Buleleng.

Lebih lanjut dikatakan upaya lapor diri untuk direhabilitasi ini, sudah ada peningkatan. Di Tahun 2018 yang lapor diri sebanyak 12 orang meningkat di Tahun 2019 menjadi 68 orang.”Dari 68 orang yang direhabilitasi ini, sebanyak 53 orang berhasil disembuhkan.” ungkapnya.

Selanjutnya pasca rehabilitasi, menurut Astawa mereka itu menjadi relawan untuk memberikan pengertian atau memberitahukan kepada teman-temannya agar berhenti mengkonsumsi narkoba, dan mengajak untuk melakukan rehabilitasi.
Relawan yang sudah dibentuk sebanyak 32 orang tersebar di 9 kecamatan se Kabupaten Buleleng.”Bahaya akibat pecandu narkoba sangat luar biasa. Disamping merugikan diri sendiri juga berdampak terhadap sosial ekonomi keluarga dan masyarakat. Seperti misalnya karena tidak punya uang melakukan tindakan kriminal dan menjadi sakit jiwa. Yang lebih miris lagi, narkoba menyasar usia produktif. Hal ini harus diantisipasi sejak dini dengan pola sinergitas pemerintah dan masyarakat untuk memeranginya” tegas Astawa.

Baca Juga :
Masyarakat Diajak Lebih Tanggap Akan Kekerasan Yang Terjadi Pada Anak

Dikatakan juga, bahwa selain melakukan sosialisasi narkoba, pihaknya di Tahun 2019 melakukan tes urine di 81 titik lokasi tersebar di 47 desa tersebar di 9 kecamatan se Kabupaten Buleleng.”Patut disyukuri dalam program tes urine di 81 lokasi ini, hasilnya negative.” tukas Astawa. GS

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.