Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Oknum Dinas Nakertransos Diduga “Otak” Kasus Dana Santunan Kematian Fiktif

Metro Bali
single-image

ilustrasi dana
Jembrana (Metrobali.com)-

Tim tindak pidana korupsi (tipikor) Polres Jembrana hingga saat ini masih mendalami kasus dugaan santunan kematian fiktif di tiga lingkungan di Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali.

Namun, belum juga kasus yang diduga melibatkan tiga kepala lingkungan (kaling) di Kelurahan Gilimanuk itu terkuak terang benderang, sejak seminggu belakangan beredar informasi kasus serupa juga terjadi di dua dusun di Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya. Bahkan tim tipikor Polres Jembrana sudah turun.

Kedua oknum kadus di Desa Tukadaya tersebut diduga terjebak iming-iming oknum dari Dinas Nakertransos Pemkab Jembrana untuk mendapatkan dana santunan kematian senilai Rp.1,5 juta.

Pasalnya, dari informasi yang beredar modusnya sama dengan yang terjadi di tiga lingkungan di Kelurahan Gilumanuk. Semua persyaratan dilengkapi oleh oknum di Dinas Nakertransos Jembrana dengan pembagian Rp.1 juta untuk oknum di Dinas Nakertransos dan Rp.500 ribu untuk oknum kaling atau kadus.

Terkait informasi tersebut Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Gusti Made Sudarma Putra seizin Kapolres Jembrana dikonfirmasi Minggu (27/3) mengaku masih mendalaminya dengan melakukan penelusuran. MT-MB

Bagikan :
Baca Juga :
Ratusan Siswa Pungut Sampah, Susur Manggrove Hut Ke-230 Denpasar

Leave a Comment

Your email address will not be published.