Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Legislator : Pemerintah Harus Bersatu Menyelesaikan Maslaah Pertanian

Metro Bali
single-image

Fadli Zon

Jakarta (Metrobali.com)-

Wakil DPR RI Fadli Zon mengatakan untuk menyelesaikan masalah pertanian di negara ini maka Pemerintah harus saling bersatu, jangan ada tumpang tindih kebijakan antar-satu kementerian dengan kementerian yang lain.

“Masalah pertanian dan kesejahteraan tani tidak pernah terpecahkan karena tidak adanya kebijakan pemerintah yang terintegrasi, Kementerian Pertanian hanya mengurusi produksi sementara Kementerian Perindustrian dan Perdagangan mengurusi tentang harga dan perdaganan,” kata Fadli Zon yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Himpunan Kerukunan Tani indonesia (HKTI) seusai acara ulang tahun HKTI ke-42 di Jakarta, Senin (27/4).

Ia menghargai optimisme pemerintah untuk tidak lagi mengipor beras dari luar negeri, tetapi harga beras yang masih mahal, menurut dia masih ada masalah pemerintah dalam mengelola hal tersebut.

Dia mengatakan jangan sampai ada kementerian yang memberikan celah untuk masuknya impor beras ke dalam negeri.

“Presiden mengatakan tidak ada impor beras, Kementerian Pertanian mengatakan tidak akan impor beras, tetapi Kementerian perdagangan bagaimana, saya khawatir ada simpang siur antar kementerian,” kata Fadli Zon.

Menanggapi indeks tukar petani yang stagnan Fadli berpendapat hal itu disebabkan pemerintah tidak melibatkan petani, organisasi petani dan penyuluh dalam menyelesaikan masalah tersebut.

“Anggaran sektor pertanian terus meningkat, pada 2004 anggaran sekitar Rp2,7 triliun dan sekarang sudah hampir Rp30 triliun, tetapi dana yang besar tersebut tidak berbanding lurus dengan peningkatan produksi dan dengan kesejahteraan petani, hal tersebut karena pemerintah tidak berusaha melibatkan petani, organisasi petani dan penuyluh,” kata Fadli. AN-MB 

Bagikan :
Baca Juga :
Kemenkes Siapkan Laboratotium Untuk Pemeriksaan Ebola

Leave a Comment

Your email address will not be published.