Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Jalan Terjal Mobil Esemka, Antara Pasar Mobil Murah dan Mobil Listrik

Metro Bali
single-image

Presiden Jokowi mencoba model angkutan niaga Esemka di Boyolali, Jawa Tengah hari Jumat 6/9 (Courtesy: Setpres RI).

Presiden Joko Widodo yakin mobil Esemka, yang muncul saat persiapan masuknya mobil listrik dan gencarnya pemasaran mobil murah yang ramah lingkungan, tetap akan diterima pasar otomotif nasional.

Presiden Jokowi akhir pekan kemarin (Jumat, 6/9) meresmikan pabrik mobil Esemka, PT Solo Manufacturing Kreasi SMK di Boyolali Jawa Tengah. Pabrik ini menandai langkah dan upaya awal meningkatnya mobil buatan Indonesia ke level manufaktur.

“Saya tetap yakin mobil Esemka bisa laku di pasaran. PT SMK sebagai perusahaan swasta harus mandiri. Perusahaan mobil ini harus melihat potensi pasar, harga, teknologi, dan kualitas produk harus diperhatikan. Produksi yang baik, harga yang baik, dan teknologi yang maju, pasar akan bisa menerima. Harus berani berkompetisi, berani bersaing,” ujar Presiden.

Presiden Jokowi meresmikan pabrik mobil Esemka, PT Solo Manufacturing Kreasi SMK di Boyolali Jawa Tengah, Jumat 6/9 (Courtesy: Setpres RI).
Presiden Jokowi meresmikan pabrik mobil Esemka, PT Solo Manufacturing Kreasi SMK di Boyolali Jawa Tengah, Jumat 6/9 (Courtesy: Setpres RI).

Lebih jauh Presiden Jokowi mengatakan ia berkenan meresmikan langsung mobil Esemka, yang dirintis kurang lebih sepuluh tahun lalu oleh para teknisi dan anak-anak SMK itu, sebagai bentuk dukungan secara pribadi atas pengembangan industri otomotif nasional. Ditambahkannya, ia yakin pabrik baru Esemka ini nantinya akan mendorong industri lain, termasuk industri kecil dan menengah, yang selama ini telah bekerjasama untuk pengadaan suku cadang kendaraan yang diproduksi Esemka.

Operasi pabrik Esemka juga diyakini akan mendorong perekonomian Boyolali dan daerah-daerah sekitarnya.

PT SMK Libatkan Pekerja dari Lulusan Sekolah Kejuruan

Direktur PT SMK, Eddy Wirajaya, mengatakan perusahaan ini lebih banyak melibatkan pekerja dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Baca Juga :
Tatap Muka Dengan Perbekel, Bupati Artha dan Wabup Kembang Imbau Jaga Kondusifitas

“Kami bukan produksi mobil nasional, kami murni swasta. Produk kami mobil buatan Indonesia, karya anak bangsa. Tenaga kerja kami lulusan SMK, kami rekrut secara langsung, seleksi secara langsung. Mereka terlibat langsung dalam proses produksi di perusahaan kami,” kata Eddy.

Sampel mobil Esemka yang siap dipasarkan dengan latar belakang deretan mobil hasil produksi PT SMK di Boyolali, Jumat ( 6/9). (Foto: VOA/Yudha Satriawan)
Sampel mobil Esemka yang siap dipasarkan dengan latar belakang deretan mobil hasil produksi PT SMK di Boyolali, Jumat ( 6/9). (Foto: VOA/Yudha Satriawan)

Mobil Esemka memang masih harus bersaing keras merebut ceruk pasar otomotif, di tengah terus membanjirnya mobil konvensional berbahan bakar minyak BBM dan mobil LCGC (low cost green car) atau dikenal sebagai mobil listrik yang terus membanjiri pasar otomotif nasional. Mobil impor buatan Jepang, Eropa, Amerika, Korea, hingga China juga memadati jalanan di berbagai daerah di Indonesia.

Pemerintah Undangkan Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Batere

Pemerintah bulan lalu resmi mengundangkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 55/2019 tentang Percepatan Progam Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Batere (Battery Electric Vehicle) untuk transportasi jalan. Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengungkapkan perbedaan tipe mobil Esemka dengan mobil listrik.

“Untuk masa depan ada keniscayaan mobil Esemka dikembangkan ke arah teknologi mobil listrik. Memang mobil listrik saat ini lebih banyak ke perkotaan. Makanya Esemka mengambil positioning di perdesaan. Membangun mobil angkutan untuk pedesaan. Kalau listrik kan untuk perkotaan, karena polusi sekarang begitu luar biasa. Mobil dan motor listrik membutuhkan charger dan segalanya,” papar Budi Karya.

Sementara itu, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengungkapkan industri komponen otomotif, mobil berbasis bensin dan mobil listrik tidak memiliki perbedaan yang jauh.

“Mobil listrik sudah keluar Perpresnya. Kita menunggu revisi PP 41 untuk PPNBM. Dengan keluarnya aturan ini semua mobil listrik targetnya diproduksi 2021-2022. Jumlah produksi tergantung pasar. Tergantung konsumen. Yang dipersiapkan pemerintah yakni 25 persen di tahun 2025. Kira-kira 400 ribu kendaraan satu tahun. Tapi pemerintah juga punya target ekspor satu juta kendaraan di tahun 2025,” ujar Airlangga.

Baca Juga :
Denpasar Raih 4 Penghargaan Sekaligus 

Berbagai perguruan tinggi di Indonesia kini sedang mengembangkan dan uji coba prototip mobil listrik karya mereka masing-masing. Mobil listrik ini diperkirakan bisa diwujudkan sebagai transportasi umum mulai 5 tahun mendatang.

Presiden Ikut Coba “Bima”

Presiden Jokowi mencoba model angkutan niaga Esemka di Boyolali, Jawa Tengah hari Jumat 6/9 (Courtesy: Setpres RI).
Presiden Jokowi mencoba model angkutan niaga Esemka di Boyolali, Jawa Tengah hari Jumat 6/9 (Courtesy: Setpres RI).

Dalam kunjungan dan peresmian pabrik Esemka lalu, Presiden Jokowi menyaksikan langsung proses perakitan yang sedang berlangsung dan bahkan ikut mencoba model angkutan niaga Esemka. Mobil angkutan yang diberi nama “Bima” itu adalah sebuah truk ringan dengan bak terbuka, yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan niaga masyarakat. (ys/em) (VOA)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.