Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Gubernur Koster Ajak Bupati dan Wali Kota Hapuskan Ego Sektoral

Metro Bali
single-image

Pemecahan celengan dalam rangkaian Peringatan Hari Jadi ke-61 Provinsi Bali di Lapangan Puputan Margarana, Denpasar (Antaranews Bali/Ni Luh Rhisma/2019)

Kita sudah melihat langsung di sana sini ada sesuatu yang kurang mengenakkan, yang pada intinya memberikan pesan agar kepariwisataan harus dikelola lebih baik dengan satu regulasi
Denpasar (Metrobali.com)-
Gubernur Bali Wayan Koster mengajak bupati/wali kota di Pulau Dewata untuk menghilangkan ego wilayah dan ego sektoral dalam mewujudkan visi pembangunan dan demi menjaga keutuhan Bali.

“Guna mewujudkan visi pembangunan Bali dan demi keutuhan Bali, maka pembangunan Bali harus diselenggarakan secara terpola dan terintegrasi dengan pendekatan satu kesatuan wilayah yaitu satu pulau, satu pola, dan satu tata kelola,” kata Koster saat menyampaikan sambutan dalam Peringatan Hari Jadi ke-61 Provinsi Bali, di Lapangan Puputan Margarana, Denpasar, Rabu.

Dalam memperingati Hari Jadi, Gubernur asal Desa Sembiran, Kabupaten Buleleng itu juga mengingatkan jajarannya untuk meningkatkan kinerja dalam mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta, Menuju Bali Era Baru yang sudah dijabarkan dalam semua sektor dan diwadahi dalam masing-masing organisasi perangkat daerah.

“Itu harus dijalankan agar targetnya tercapai setiap tahun,” ucap Koster yang juga mantan anggota DPR RI itu.

Bali Era Baru, menurut Koster harus diwujudkan dengan menata secara fundamental dan komprehensif pembangunan Bali yang mencakup tiga aspek utama, yakni alam, krama (warga) dan kebudayaan Bali berdasarkan nila-nilai Tri Hita Karana (tiga hubungan harmonis), dengan berakar dari kearifan lokal Sad Kerthi yakni penyucian jiwa, penyucian laut, penyucian sumber air, penyucian tumbuh-tumbuhan, penyucian manusia dan penyucian alam semesta.

Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dilaksanakan melalui lima bidang prioritas pembangunan Bali yang mencakup bidang pangan, sandang, dan papan; bidang kesehatan dan pendidikan; bidang jaminan sosial dan ketenagakerjaan; bidang adat, agama, tradisi, dan seni budaya; dan terakhir bidang pariwisata.

Baca Juga :
Adi Wiryatama Ditetapkan Sebagai Tersangka?

“Lima bidang prioritas tersebut didukung dengan pembangunan infrastruktur darat, laut, dan udara secara terintegrasi dan terkoneksi,” kata Koster.

Orang nomor satu di Bali itupun mengajak jajarannya membangun spirit baru bekerja tulus dan lurus, sehingga akan dapat terwujud kesejahteraan masyarakat Bali baik secara sekala (jasmani) maupun niskala (rohani).

“Seluruh proses dan tahapan pekerjaan harus dilakukan secara tulus dan lurus. Dengan spirit baru ini, kita akan mewujudkan Bali Era Baru sesuai Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” ujarnya.

Guna mewujudkan keharmonisan alam, kesejahteraan krama, dan kelestarian kebudayaan Bali, berbagai regulasi berupa perda dan peraturan gubernur, serta program telah diselesaikan dan dilaksanakan. “Saya mengajak krama Bali dan semua pihak terkait agar benar-benar menaati dan melaksanakan peraturan tersebut demi masa depan Bali yang lebih baik,” ucapnya.

Adapun program infrastruktur yang sudah mulai dikerjakan meliputi pembangunan shortcut ruas Singaraja-Denpasar yang ditargetkan selesai 2021. Di samping itu sedang direncanakan dan diproses pembangunan dermaga penyeberangan segi tiga Sanur, Denpasar, menuju Nusa Penida dan Nusa Lembongan, Kabupaten Klungkung, serta penuntasan Pelabuhan Tanah Ampo, Kabupaten Karangasem.

“Sedang direncanakan dan diproses pula program perlindungan kawasan suci Besakih, pembangunan Pusat Kebudayaan Bali yang dananya bersumber dari APBN,” ujar Koster.

Tujuan wisata
Di sisi lain, Koster tidak memungkiri Bali sebagai tujuan wisata dunia juga menjadi tantangan tersendiri. “Kita sudah melihat langsung di sana sini ada sesuatu yang kurang mengenakkan, yang pada intinya memberikan pesan agar kepariwisataan harus dikelola lebih baik dengan satu regulasi,” katanya.

Pada peringatan Hari Jadi ke-61 Provinsi Bali itu juga dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan kepada jajaran OPD Pemprov Bali seperti penghargaan Adhyasta Prajaniti (penghargaan kepada OPD yang dinilai bagus dalam melakukan sistem pengendalian intern pemerintah/SPIP), ada juga pemberian penghargaan seni Dharma Kusuma kepada seniman, penghargaan kepada perwakilan kabupaten/kota dan sebagainya.

Baca Juga :
Harga Kambing Kurban di Kupang Tembus Rp 3 juta

Selain itu, Gubernur Bali, Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Sekda Dewa Indra dan kepala OPD Pemprov Bali juga bersama-sama memecahkan celengan, uang yang terkumpul kemudian diserahkan ke Dinas Sosial Provinsi Bali untuk disalurkan pada pihak-pihak yang membutuhkan bantuan.

Upacara peringatan Hari Jadi ke-61 Provinsi Bali ini turut diikuti oleh Ketua DPRD Provinsi Bali beserta jajarannya, Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Ketua Tim Penggerak PKK Bali Putri Suastini Koster, Tjok Putri Hariyani Sukawati, anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Gubernur Bali Periode 2008-2018, para veteran serta undangan lainnya. (Antara)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.