Dirikan “Pesantian” Dirgahayu Ambara Swari Sembilan Tahun Lalu, Bukti Cawali Denpasar Ngurah Ambara Sangat Peduli Pelestarian Seni Budaya

Metro Bali
single-image

Foto: Calon Walikota Denpasar, Gede Ngurah Ambara Putra saat menembangkan Arjuna Wiwaha saat peringatan 114 tahun Puputan Badung di Puri Gerenceng Denpasar, Minggu (20/9/2020).

Denpasar (Metrobali.com)-

Pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Denpasar, Gede Ngurah Ambara Putra-Made Bagus Kertha Negara (Paket Amerta) dikenal sebagai sosok pegiat dan pemerhati seni budaya.

Kedua calon pemimpin ini sangat konsern dalam berbagai aktivitas pelestarian seni budaya di Kota Denpasar. Misalnya Ambara yang selama ini berkecimpung melestarikan dan semakin memperkenal pesantian hingga ke kalangan generasi muda melalui organisasi budaya Dirgahayu Ambara Swari.

Calon Walikota (Cawali) Denpasar ini menuturkan, Dirgahayu Ambara Swari adalah organisasi dibawah naungan Yayasan Bangun Sastra. Yayasan ini bergerak dalam bidang pelestarian budaya khususnya di bidang sastra.

“Karena kami penggagas, kami melihat kenapa begini bagusnya ajaran-ajaran filsafat ini kenapa kok tidak berkelanjutan,” jelasnya Kamis (24/9/2020) saat diminta bercerita kepada awak mandi mengenai kecintaannya pada pesantian.

Kenalkan Ajaran Filsafat Kehidupan


Menurut Ambara, berbagai filsafat kehidupan yang berada dalam buku-buku, baik Sutasoma dan Bharata Yudha yang menadasari adanya etika di Denpasar tidak dikenal oleh generasi muda. Baginya, hal ini seharusnya dikenal oleh generasi muda karena sebagai warisan leluhur.

Ia menilai, seharusnya ajaran-ajaran filsafat kehidupan tersebut harus disosialiasikan agar masyarakatnya bebudaya dan beretika serta mempunya budi pekerti yang luhur.

Maka dari itu, pihaknya berharap ajaran tersebut tidak hanya menjadi milik orang tua saja, tetapi sudah mulai diajakrkan kepada anak-anak.

“Nah itulah akhirnya yang membuat Dirgahayu Ambara Swari,” kata Ambara yang merupakan tokoh independen dan pengusaha asal Desa Sumerta, Kecamatan Denpasar Timur.

Dirgahayu Ambara Swari dibentuk pada 2011 dan kini sudah berusia sembilan tahun. Lahirnya Dirgahayu Ambara Swari ini dikarenakan pihaknya melihat kurang disosialikasikannya berbagai ajaran filsafat kehidupan dan etika di masyarakat.

Baca Juga :
Wagub Sudikerta Gelar Rapat Terkait Polemik UU Nomor 23 Tahun 2014

“Pemerintah kami lihat hanya mengandalkan seperti secara resemonial di generasi muda. Setelah itu tidak ada berkelanjutan,” tuturnya.

Oleh karena itu, pihaknya selaku pihak swasta akhirnya membuat Dirgahayu Ambara Swari yang terdapat sekar alit dan sekar agung. Pada awal pembentukkannya, Dirgahayu Ambara Swari sudah mempunyai ribuan anggota. Hingga saat ini, anggotanya sudah antara 100 sampai 200 orang di setiap kecamatan.

Aktif Gelar Lomba


Dalam perjalanannya, Dirgahayu Ambara Swari terus mengadakan berbagai lomba. Pada tahun ini dikarenakan pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), pihaknya mengadakan lomba secara virtual melalui aplikasi Zello Walkie Talkie.

“Rencananya 30 September ini dimulai dengan sekar alitnya, tanggal 2 sekar agungnya,” ujar Ambara yang pernah maju sebagai Calon DPD RI 2019 menempati ranking 5 dalam perolehan suara Pileg 2019 untuk DPD RI dapil Bali dengan suara khusus di Denpasar saja mencapai 20 ribu lebih.

Ia menuturkan, sebelum membuat Dirgahayu Ambara Swari secara online, pihaknya memasang radio pancar ulang (RPU) yang terkoneksi di lima lokasi di seluruh Bali, yakni di Lempuyang, Penulisan, Negara, Buleleng dan Denpasar. Dengan adanya RPU ini sangat memudahkan untuk terkoneksi satu sama lain, terumata untuk mencari guru-gurunya.

Hal itu dilakukan dikarenakan guru-guru berada di daerah-daerah seperti di Patas, Gerokgak, Buleleng, termasuk di Karangasem. “Akhirnya bisalah kita berkomunikasi satu sama lain,” tuturnya.

Masuk Aplikasi Zello


Saat ini, Dirgahayu Ambara Swari mulai menggunakan aplikasi Zello Walkie Talkie sejak pandemi Covid-19. Aplikasi ini, kata Ambara, lebih efektif dari pada menggunakan RPU. Sebab di RPU sendiri terdapat blank spot, yakni masih ada daerah-daerah yang belum bisa dijangkau.

Di aplikasi Zello Walkie Talkie, Dirgahayu Ambara Swari mempunyai sebanyak lima channel. Channel pertama untuk sekar alit, kedua untuk sekar agung, ketiga untuk lagu Bali, keempat lagu-lagu generasi muda, serta yang kelima channel khusus untuk Denpasar.

Baca Juga :
Jessica diperiksa 13 jam

Zello Walkie Talkie sendiri merupakan aplikasi yang dapat mengubah ponsel atau tablet menjadi walkie talkie dengan aplikasi radio push to talk (PTT) yang super cepat dan gratis.

Dalam aplikasi ini terdapat berbagai fitur seperti streaming seketika dengan suara berkualitas tinggi, ketersediaan kontak dan status teks,kenal publik dan pribadi hingga 6.000 pengguna.

Tak hanya itu, Zello Walkie Talkie juga memiliki fitur opsi memetakan tombol PPT pada perangkat keras, dukungan headset bluetooth, riwayat suara, peringatan pemanggilan, gambar, notifikasi paksa dan bekerja melalui wifi dan data selular 2G, 3G, atau 4G. (dan)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.