Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Bagaimana Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Membuat Kompetensi Analisis dan Critikal Siswa Terasah

Metro Bali
single-image

 

Ujian Nasional (UN), saat ini menjadi pembicaraan hangat di tengah masyarakat pendidikan Indonesia. Pasalnya mulai tahun 2021 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dan Survei Karakter (SK) sebagai arah kebijakan baru yang dikenal dengan Merdeka Belajar.

Ahli-ahli pendidikan menyatakan bahwa, UN bukan metode untuk mengasah kompetensi melainkan kemampuan peserta didik dalam menghafal, maka sistem AKM ini difokuskan pada kemampuan bernalar menggunakan bahasa (Literasi) dan menggunakan matematika (Numerisasi).

Pelaksanaan AKM akan diterapkan di tengah setiap jenjang pendidikan seperti kelas IV, VIII dan XI. Hal ini berdampak positif dimana guru akan termotivasi untuk memperbaiki mutu proses pembelajaran di kelas sejak awal. Guru tidak lagi terbebani oleh UN, termasuk USBN yang selama ini menentukan kelulusan siswa di suatu sekolah. Sebaliknya guru terfokus untuk membekali siswa dengan berbagai kemampuan numerasi, literasi dan karakter siswa.

Seperti apapun sistem penilaian yang ditetapkan pemerintah, tidak terlepas dari perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran oleh guru. Otomatis strategi dan metode mengajar juga berorientasi pada sistem penilaian yang ditetapkan oleh pemerintah. Ketua LDP Pusdiklat Indonesia Emas, Ni Made Yuning Sari Parwati, M.Pd menyatakan “Kebijakan pemberlakuan AKM sebagai pengganti UN perlu adanya sosialisasi kepada guru sebagai ujung tombak kesuksesan siswa, dengan mengikuti seminar daring  atau webminar yang akan kami adakan Jumat, 3 April 2020 dapat menghubungi wa 0822 1999 5887. Dasar pertimbangan kenapa seminar daring melalui media online ini diharapkan bisa memutus penyebaran virus corona (Covid-19),”.

Tunggu apa lagi? Mari kita bersama menjadi tenaga pendidik yang siap mengantarkan anak didik kita menuju kesuksesan bersama Lembaga Diklat Profesi (LDP) Pusdiklat Indonesia Emas yang mana telah berkolaborasi dengan LSP SMK Penerbangan Cakra Nusantara. Merupakan lembaga sertifikasi profesi resmi dengan Lisensi Nomer: KEP.0078/BNSP/I/2020 dari BNSP Republik Indonesia, bernaung di SMK Penerbangan Cakra Nusantara yang telah terakreditasi A (Unggul) dan memiliki reputasi baik. Alumni memiliki kompetensi, berdaya saing tinggi, berkarakter, dan berintegritas. SMK Penerbangan Cakra Nusantara telah membuka Penerimaan Siswa Baru TP 2020/2021 untuk dididik menjadi pemenang di era industri 4.0 dan society 5.0, dapat menghubungi nomor pendaftaran 03614742600 atau 081237098090 kunjungi website www.smkpenerbangan.sch.id.

Bagikan :
Baca Juga :
Martabak berbentuk hati untuk hari Valentine

Leave a Comment

Your email address will not be published.