Anak-anak Tewas, 30 Cedera Akibat Serangan Udara Saat Tenang

Metro Bali
single-image

anakgaza(2)

Gaza, Palestina ( Metrobali.com)-

Seorang bocah tewas dan 30 orang terluka akibat serangan udara Israel atas kampung pengungsi di kota Gaza, Senin (4/8), hanya beberapa menit saat gencatan senjata prakarsa Israel dimulai, kata petugas kesehatan.

Serangan itu menghantam rumah di kampung pengungsi tepi laut Shati, menewaskan seorang gadis berusia delapan tahun, kata juru bicara layanan darurat Ashraf al-Qudra kepada AFP.

Saksi menyatakan mendengar suitan peluru kendali, yang ditembakkan dari pesawat tempur F16, sebelum menghantam rumah diapit dua gedung tinggi di kampung itu.

Saksi menyatakan serangan itu terjadi pada pukul 14.06 WIB, enam menit sesudah gencatan senjata tersebut berlaku.

Tentara Israel laknatullah menyatakan menyelidiki kejadian itu, namun tidak menanggapi lebih lanjut.

Dengan hanya gang sempit menuju rumah itu, tidak mungkin membawa peralatan penyelamatan ke tempat kejadian tersebut, dengan baris panjang orang mengangsur puing dengan tangan secara berantai, kata saksi.

Serangan itu mengakibatkan rumah tersebut hancur, menyisakan celah sangat sempit untuk penyelamat masuk, beberapa di antaranya berdarah dalam upaya itu, katanya.

Dari dalam, mereka menarik jasad seorang gadis muda mengenakan piyama, yang tulang belakangnya tampak pada di beberapa tempat, dengan penyelamat berjuang menaruhnya di tandu, katanya.

Sebelumnya, tentara Israel mengumumkan jeda sepihak tujuh jam, dimulai pada pukul 07.00 GMT (14.00 WIB).

Hamas menyatakan tidak akan mengikuti gencatan senjata itu dan memperingatkan warga untuk sangat berhati-hati ketika berada di jalan setelah gencatan senjata sementara sebelumnya berubah menjadi pertumpahan darah sengit.

Sedikit-dikitnya 10 orang tewas pada Minggu dalam serangan terkini atas sekolah Perserikatan Bangsa-Bangsa di Gaza selatan, yang melindungi pengungsi Palestina akibat gempuran gencar tentara biadab Israel, kata petugas kesehatan.

Itu kali ketiga dalam 10 hari sekolah badan dunia tersebut ditembaki dan terjadi empat hari sesudah peluru tank Israel menghantam sekolah di kota utara, Jabaliya, menewaskan 16 orang dalam serangan, yang dikutuk keras kepala Ban Perserikatan Bangsa-Bangsa Ki-moon.

Sebelumnya, sedikit-dikitnya 15 orang tewas dan 200 terluka oleh serangan Israel di sekolah kelolaan badan dunia itu di kota utara, Beit Hanun, yang menampung ratusan pengungsi. AN-MB 

Bagikan :
Baca Juga :
Pemerintah Malaysia setujui Rusdi Kirana jadi dubes

Leave a Comment

Your email address will not be published.