Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Akademisi : Bantuan Alat Tangkap untuk Nelayan Optimal

Metro Bali
single-image

nelayan

Denpasar (Metrobali.com)-

Akademisi Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Warmadewa (Unwar) Denpasar, Gede Sudiarta, menilai bantuan alat tangkap kepada kelompok nelayan di Pulau Dewata dari pemerintah Provinsi Bali sudah optimal dan tepat sasaran.

“Sejauh ini bantuan yang diberikan pemerintah seperti jaring ikan dan mesin kapal modern sudah sesuai dengan keinginan nelayan dan kebutuhannya,” ujar Gede Sudiarta, di Denpasar, Rabu (20/5).

Pihaknya sangat mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi Bali dalam memberdayakan para nelayan melalui bantuan alat tangkap mesin kapal dan jaring yang lebih modern untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir tersebut.

Ia menjelaskan, bantuan alat tangkap jaring dan mesin kapal dari Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kelautan dan Perikanan kabupaten/kota sudah tepat sasaran, karena sudah berdasarkan kesepakatan dan aspirasi para kelompok nelayan.

“Pemberian bantuan itu bervariasi bentuknya sesuai dengan kebutuhan kelompok nelayan, karena setiap kelompok nelayan berbeda sarana alat tangkap yang dibutuhkannya,” ujar I Gede Sudiarta yang juga sebagai dosen manajemen sumber daya perairan pesisir di kampus tersebut.

Menurut dia, sejauh ini koordinasi antar dinas terkait dengan nelayan sudah berjalan intensif sesuai apa yang diharapkan para nelayan mengacu pada ketentuan aturan yang berlaku dari Menteri Kelautan dan Perikanan.

Ia mencontohkan ada kelompok nelayan di pantai Yeh Gangga, Tabanan, Bali yang mendapat bantuan alat tangkap “tiger prawn” dari pemerintah.

Setelah bantuan alat tangkap itu diserahkan kepada kelompok nelayan tersebut, nelayan langsung mendapatkan pendampingan dan memahami cara pengoperasiannya.

Namun, pihaknya mengharapkan pemerintah secara berkelanjutan terus memberikan pendampingan kepada masyarakat pesisir yang kesehariannya mencari pendapatan dari hasil laut itu.

“Oleh sebab itu, peran pemerintah melalui dinas terkait sangat penting memberikan pendampingan berkesinambungan itu,” ujarnya. AN-MB 

Bagikan :
Baca Juga :
Pilkaling Lingkungan Tinyeb, Banjar Tengah : 50 Persen Lebih Golput

Leave a Comment

Your email address will not be published.