Pencurian di Amed, polisi mencari sidik jari pelaku

Karangasem (Metrobali.com) –

Kasus pencurian terhadap wisatawan asing di Karangasem kembali terjadi. Setelah sebelumnya warga negara Perancis menjadi korban perampokan bercadar, saat menginap di sebuah vila di Lingkungan Jasri Kelod, Kelurahan Subagan, Karangasem,pada Jumat (31/1/2014) dini hari, yang menyebabkan korban memgalami kerugian puluhan juta. Kejadian serupa juga menimpa wisman asal Rusia,  Yulia  Acesheckina, (28), serta rekannya Marina Juncoba,(34) yang  menginap disebuah bungalow di kawasan wisata Amed, Desa Purwakerthi, Kecamatan Abang, Karangasem, pada Sabtu (1/2/2014) dini hari.

Informasi yang berhasil dikumpulkan, pada Sabtu (1/2/2014), aksi nekat kawanan bromocorah ini diduga masuk melalui jendela kamar, korban yang saat itu tertidur pulas ini tidak mengetahui ada kawanan pencuri masuk. Akibatnya, kawanan pencuri ini berhasil menggondol barang-barang berharga milik korban. Bahkan korban baru menyadari barang-barangnya digondol pencuri setelah korban bangun pagi hari yang melihat paspor berserakan. “Dari penuturan korban, pencuri diduga masuk ke kamar korban sekitar pukul 02.00 WITA, bahkan setelah berhasil mengambil barang-barang korban, pelaku juga sempat mencoba memasuki kamar di sebelahnya yang kebetulan dihuni oleh wisman asal China. Namun keburu penghuni terbangun dan berteriak,” kata I Nyoman Deli pemilik Bungalow itu.

Nyoman Deli juga mengaku, wisman penghuni asal China tersebut hanya  sempat melihat melihat tangan pelaku saja tanpa mengetahui berapa kawanan pelaku tersebut. Deli juga mengatakan, dibawah jendela kamar wisman asal China itu, pelaku sempat menumpuk sejumlah batako. Hanya saja karena jendelanya tinggi, pelaku tidak berhasil memasuki kamar wisman asal China itu. “Ada tumpukan batako dibawah jendela kamar yang gagal dimasuki pencuri, mungkin karena tinggi pelaku susah melakukan aksinya dan keburu korban menjerit,” ungkapnya lagi.

Baca Juga :
Bupati Giri Prasta Melayat di Puri Agung Carangsari

Sementara itu, Kapolsek Abang, AKP Tjok Arim Mahaputra mengaku korban kehilangan satu buah laptop, satu buah camera digital, Mp3 Player, iPhone, serta uang tunai. Jika ditotal, kerugian sekitar Rp 25 juta. Terkait dengan kasus ini, Tjok Arim Mahaputra mengaku masih melakukan penyelidikan atas kasus ini. “Kami masih menyelidiki kasus pencurian ini,” ungkapnya.

Sehari sebelumnya, seorang warga asal Perancis juga mengalami nasib serupa. Bahkan, saat melakukan aksinya itu,pelaku juga sempat mengancam korban dengan clurit, karena ketakutan korban juga harus merelakan sejumlah barang berharga seperti,  perhiasan emas Cincin dan Gelang serta Berlian,Hp nokia R 200 ribu. Termasuk uang dalam bentuk USD 1200, Uang Eoru 50, Uang Tunai Rp.12 juta.BUD-MB