Denpasar (Metrobali.com) –

 

Peneliti WHO baru saja menemukan virus COVID-19 varian baru yang bernama Deltacron yang dapat disebut sebagai versi hybrid dari gabungan varian Omicron dan Delta seperti yang dilansir dari pukulenam.id. Walaupun begitu tingkat penyebaran dan keparahan dari Deltacron masih diteliti lebih lanjut.

Untuk yang mau liburan hemdaknya ditahan dulu harus dipikirkan lagi karena ada varian COVID-19 baru bernama Deltacron. Deltacron ini merupakan gabungan dari Omicron dan Delta yang mana bisa disebut versi hybrid-nya. Semoga saja varian Deltacron ini tidak memberikan efek yang fatal nantinya. Padahal Indonesia sedang memulai masa transisi dari pandemi ke endemi tetapi virus COVID ini terus bermutasi. Bagi kalian yang sudah punya rencana ke depan sepertinya harus was-was bila Deltacron lebih mematikan daripada Omicron dan delta.

Virus COVID yang merebak sekarang sudah berkali-kali mengalami mutasi. Mutasi inilah yang merupakan penghambat hilangnya pandemi di seluruh dunia. Setiap kali bermutasi virus COVID akan menjadi lebih kebal dan ganas. Pada mutasi Omicron kemarin orang-orang yang sudah divaksin 2 kali harus melakukan vaksinasi booster karena antibodi yang terdapat dalam tubuh setelah 2 kali vaksinasi tidak cukup melawan Omicron.

Kasus Omicron di Indonesia saat ini sedang menurun, namun belum selesai huru-hara Omicron beberapa negara di dunia melaporkan adanya kasus baru yaitu Deltacron. Deltacron ini adalah varian hybrid dari Omicron dan Delta. Hal ini menambah kecemasan dari seluruh masyarakat dunia, sampai kapan kita harus hidup seperti ini, setiap kali COVID terkendali muncul varian baru.

Untuk mendeteksi varian deltacron di Indonesia. Pemerintah melakukan tracing dan vaksinasi untuk melawan COVID mutasi demi mutasi. Semoga saja negara kita siap untuk menghadapi varian Deltacron ini. Sampai saat ini tingkat keparahan dan penyebaran Deltacron masih diteliti lebih lanjut.

Baca Juga :
Presiden Jokowi bagikan 1 juta sertifikat tanah ke warga 31 Provinsi

 

Pewarta : Hidayat