Denpasar, (Metrobali.com)

 

Puluhan warga Kelurahan Panjer melakukan penukaran minyak jelantah atau minyak bekas dengan harga perliter sebesar Rp 5000, di Tempat Pembuangan Sampah Reduce, Reuce dan Recycle (TPS3R) Paku Sari Kelurahan Panjer Sabtu (30/4).

Lurah Panjer I Putu Budi Ari Wibawa, S.E., M.M mengatakan,  minyak jelantah milik warga tersebut per liter dibeli seharga Rp 5.000  oleh perusahaan yang bergerak di bidang lingkungan Sinar Bumi Menghijau.

Menurutnya Kelurahan Panjer bekerjasma dengan Sinar Bumi Menghijau karena  salah satu perusahan yang peduli terhadap lingkungan. Selain itu minyak goreng bekas pakai atau minyak jelantah memiliki nilai ekonomis karena dapat diolah menjadi bahan bakar biodiesel.

Dengan ada yang membeli minyak jelantah dapat menghindari kerusakan lingkungan jika minyak bekasnya dibuang sembarangan.

“Dengan dibelinya  minyak jelantah, bisa mencegah penyalahgunaan oleh oknum tertentu dan bisa mencegah pencemaran lingkungan ,” kata Budi Ari.

Lebih lanjut Budi Ari mengatakan, mekanisme penukaran minyak jelantah  sangat sederhana  warga datang kelokasi yang telah ditentukan yakni TPS3T Paku Sari Kelurahan Panjer dengan membawa minyak bekas yang sudah di kumpulkan di rumah tangga.   Selain dibeli per liter seharga Rp 5.000  juga ada opsi lain yakni 4 liter minyak jelantah  di tukar dengan 1liter minyak baru.

Untuk menginformasikan kegiatan ini ke warga, Budi Ari mengaku memanfaatkan media sosial melalui whatsap grup . Sehingga kegiatan ini tidak mengkhusus masing-masing banjar. Dengan demikian  semua warga di Kelurahan Panjar bisa  datang ke TPS3R Paku Sari Panjar dengan membawa  minyak bekas yang telah ditentukan di rumah tangga, atau di tempat usaha. “Untuk kegiatan kali  ini minyak bekas yang terkumpul  sebanyak 50 liter minyak jelantah.

Baca Juga :
KPAD Tempati Kantor Baru

Kegiatan ini juga sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat dalam ikut serta melakukan pemilahan sampah dirumah tangga atau tempat usaha, sehingga sampah yang dipilah tersebut  memiliki nilai ekonomis. Untuk itu kedepan langkah ini bisa menjadi upaya pencegahan pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh pembuangan minyak bekas ke tempat tempat pembuangan saluran air.

Salah satu warga Nengah Merta mengaku  penukaran minyak jelantah ini dapat mengedukasi masyarakat tentang bahaya minyak goreng bekas / jelantah bagi kesehatan jika digunakan kembali. Dengan adanya perusahaan yang membeli seperti  Sinar Bumi Menghijau  dapat membantu perekonomian masyarakat dimasa pandemi seperti ini. Secara tidak langsung dapat   memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak yaitu dapat menjalin hubungan baik yang bersinergi dalam mendukung peningkatan kesejahteraan dan pendapatan masyarakat, Komunitas, Lembaga dan Perusahaan.

 Kedua dengan adanya pengumpulan minyak goreng bekas / jelantah ini diharapkan dapat mengurangi resiko dan dampak buruk yang mungkin ditimbulkan dari limbah minyak goreng bekas / jelantah. (RED-MB)