Jembrana (Metrobali.com)-
Keinginan beberapa warga Desa Yehembang agar pemerintah membangun jembatan yang menghubungkan jalan rambat yang berlokasi di Banjar Bale Agung menuju SMP Negeri 3 Mendoyo di Yehembang yang selama ini terputus oleh aliran sungai Yehembang mendapat respon dari anggota DPRD Jembrana.
Diantaranya yang merespon adalah anggota Sat Lantas yang kerap kali melakukan tugas pengamanan arus lalu lintas di jalan raya Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di pertigaan menuju SMP N 3 Mendoyo, 200 meter sebelum jembatan Yehembang. Selain itu, salah seorang anggota DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutarmi juga simpati terhadap masyarakat pengguna jembatan itu.
Menurut beberapa petugas Senin (29/10) pagi, jika pemerintah membangun jembatan di sebelah timur sekolah tersebut, secara otomatis para siswa yang sebagian besar dari Banjar Bale Agung, Banjar Wali, Banjar Kaleran dan Banjar Bungbungan tidak perlu lagi melewati jalan raya yang sangat rawan kecelakaan jika hendak sekolah. Bahkan dengan dibangunnya jembatan, para siswa tidak lagi menempuh jarak yang jauh ke sekolah.
“ Lagi pula jika dibangun jembatan bisa menguraikan kemacetan yang kerap terjadi di pagi hari karena anak-anak sekolah ramai melintasi jalan raya tersebut,” terang Adrama salah seorang petugas yang Senin kemarin bertugas mengatur arus lalu lintas di lokasi tersebut. Lagi pula menurut Adrama di pertigaan menuju SMP N 3 Mendoyo tersebut sering terjadi kecelakaan yang melibatkan anak sekolah.
Disisi lain Perbekel Yehembang, I Ketut Wadia Senin kemarin mengatakan pihaknya merespon dengan baik keinginan warga. Saat ini pihaknya telah melakukan kajian terhadap usulan tersebut sekaligus telah mempersiapkan profosal untuk diajukan kepada pemerintah. “ Ya, kami menyambut baik usulan warga tersebut dan saat ini kami telah persiapkan profosalnya,” terang Wadia.
Dikatakan anggota DPRD Jembrana asal Desa Yehembang, Ni Made Sri Sutarmi juga menyambut baik usulan warga tersebut mengingat selama ini sebagian besar siswa SMP N 3 Mendoyo jika ke sekolah harus menempuh jarak memutar dan melintasi jalan raya yang sangat rawan kecelakaan.
Sri Sutarmi mengatakan,  pihaknya akan melakukan kordinasi dengan pihak Pemkab Jembrana untuk membuat kajian sebagai dasar usulan ke Provinsi. “ Kami juga akan berkordinasi dengan DPRD Provinsi terkait usulan warga ini,” katanya wakil rakyat asal pemilihan Yehembang ini. DEW-MB
Baca Juga :
PDIP: tuduhan kewarganegaraan ganda Archandra harus diselidiki