Warga Iran Lompat dari Pesawat Dideportasi

single-image
Denpasar (Metrobali.com)-
Foroughin Monteza Baratali (25) warga negara Iran yang melompat dari atas peswat setibanya di Bandara Ngurah Rai, Bali akhirnya dideportasi. jelas  Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak asasi Manusia Bali, Maroloan Baringbing menjelaskan, Monteza dideportasi tadi malam sekira pukul 22.40 WITA menggunakan pesawat Qatar Air tujuan negara asalnya.
Meskipun kesehatannya belum pulih 100 persen, namun kondisi Monteza memungkinkan untuk melakukan perjalanan jauh. “Dia sudah dimungkinkan untuk melakukan perjalanan jauh setelah lima hari mendapat perawatan di rumah sakit akibat patah tulang yang dialaminya. Karena sudah dianggap siap, maka proses deportasi kami lakukan,” terang Maroloan, Jumat (10/8).
Maroloan mengatakan, pihaknya telah memiliki  surat keterangan tim medis bahwa kesehatan Baratali sudah lebih baik dari sebelumnya, sehingga bisa melakukan perjalanan jauh. “Qatar Air menyediakan kursi khusus yang memungkinkan dia nyaman selama perjalanan,” kata dia.
Berbeda dengan  penumpang pesawat umumnya, Monteza diberikan kursi khusus dengan posisi berbaring, mengingat kondisi kesehatannya yang belum terlalu pulih.
Soal dasar deportasi terhadap Monteza, Maroloan menjelaskan, adalah keluarnya surat deportasi dari Kementerian Hukum dan HAM atas pelanggaran keimigrasian yang dilakukan Monteza. Seperti diketahui, Monteza melakukan aksi nekat dengan melompat dari atas pesawat di Bandara Ngurah Rai, Bali pada Sabtu lalu sekira pukul 22.00 WITA. Ia melompat lantaran menolak dideportasi.

Tak ayal, Montezza mengalami cedera cukup serius.Tulang belakang bagian bawahnya patah. Begitu juga dengan tulang belikat kiri dan tulang pinggul dekat kemaluan yang mengalami patah. Ia akhirnya mendapat perawatan intensif di rumah sakit Bali Internastional Medical Center (BIMC) Kuta. BOB-MB

Bagikan :
Baca Juga :
Legislator Tegur Proyek Tol Bersihkan Sisa Material

Leave a Comment

Your email address will not be published.