Klungkung ( Metrobali.com )
Pelayanan PDAM di Kabupaten Klungkung amburadul hingga didatangi warga Gunaksa. Keluhan demi keluhan yang sudah disampaikan baik lisan maupun lewat media tidak pernah ditanggapi alias Dirut PDAM cuek bebek. Pada ujungnya di hari Senin 13/11 sekira pukul 09.15 wita warga yang diwakili aparat Desa  Gunaksa, Klungkung mendatangi PDAM untuk menyampaikan aspirasi.

Sekitar  40 prajuru desa setempat dengan memakai pakaian adat ngelurug PDAM. Mereka mempertanyakan kinerja PDAM Klungkung terkait tersendat sendatnya air ke Gunaksa. Hadir diantaranya Kades Gunaksa Ketut Budiarta dan Bendesa Adat Gunaksa Wayan Merdana. Selain itu nampak juga Kadus Kebon Nengah Sutiartana.

Dalam kesempatan itu Sutiartana sempat mengungkapkan unek uneknya soal air PDAM yang kecrat kecrit. Malah dia sempat mengatakan kalau PDAM itu perampok, penjahat paling besar karena hanya menjual angin. Yang mengecewakan menurut Sutiartana adalah jawaban yang diberikan petugas saat ditanyakan selalu tidak memuaskan. Malah ada kesan dipimpong. Dia hanya ingin tahu kapan jadwal warga Gunaksa mendapat air. “Kalau jadwalnya sudah pasti warga siap akan megadang untuk menunggu air,” paparnya.

Sementara itu pihak PDAM menerima para pendemo diruang rapat PDAM. Mereka diterima langsung Dirut PDAM Gde Darsana beserta jajaranya. Saat itu Darsana mengaku bangga dengan warga Gunaksa karena telah menyempaikan aspirasinya ke PDAM secara langsung. “Saya akan perintahkan bagian distribusi untuk segera menindaklanjuti tuntutan warga Gunaksa,” ujarnya.

Malah dalam kesempatan itu pihak PDAM juga mengaku sudah ada solusi untuk mengatasi masalah air di Gunaksa. Salah satunya adalah dengan akan dibangunya sumur Bor di Buayang, Gunaksa. Darsana berharap pembangunan sumur bor ini bisa menjadi solusi bagi menurunnya debit air terutama saat musim panas atau kemarau.

Baca Juga :
Bali Siapkan 12 Strategi Penanganan Penyakit "Zoonosis"

Sementara itu bendesa Adat Gunaksa Merdana kembali menegaskan soal jadwal warga Gunaksa mendapat air. “Kapan warga kami mendapat pelayanan dan jadwal aliran air,” ujarnya. Selain itu dirinya juga minta agar PDAM tidak diskriminatif dalam melakukan pendistribusian air. Suasana sempat tegang ketika Direktur Teknik Ketut Karnata menjelaskan soal distribusi air. Warga langsung beteriak teriak dan mengaku tidak perlu penjelasan soal itu. Yang dia inginkan kapan air bisa mengalir stabil di Gunaksa.

Sementara itu Kades Gunaksa Budiarta mengatakan kalau di Klungkung ini ibarat ayam mati di Lumbung. Banyak sumber air di Klungkung namun warga kesulitan air. Malah dia mengatakan di Kantor Desa juga tidak ada air. Tidak puas hanya mendatangi PDAM sekitar pukul 10.30 wita warga yang keluar dari PDAM jalan Ngurah Rai langsung menuju Gedung DPRD Klungkung di jalan Gajah Mada.

Warga yang mempergunakan pakaian adat Madya ini langsung diterima Ketua DPRD Klungkung AA Gde Anom dan hampir semua anggota DPRD Klungkung di ruang Sabha Mandala DPRD Klungkung. Dalam kesempatan itu Ketua DPRD Klungkung berjanji akan memanggil Dirut PDAM Klungkung terkait persoalan tersebut. Malah menurut Gung Anom persoalan air tidak hanya di Gunaksa saja namun di beberapa kecamatan lain di Klungkung juga mengalami hal yang sama yaitu airnya kecrat kecrit. SUS-MB