Pertunjukan “Marica Lina” Banjar Pande Renon Pukau Para Penonton

 Renon Creative Festival 5

Denpasar (Metrobali.com)–

Usai membuka Parade Ogoh-Ogoh di Banjar Pitik Pedungan, Pemogan, dan Desa Sumerta, Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya mantra langsung bergerak menuju Desa Pekraman Renon. Dimana disini Walikota Rai Mantra juga membuka parade kesenian baleganjur dan tarian yang di kemas dengan tajuk Renon Creative Festival, Selasa malam (8/3) di Jalan Tukad Yeh Aya. Dimana di Desa Pekraman Renon ini memang tidak pernah mengadakan parade ogoh-ogoh, maka oleh sebab itu di ganti dengan aktivitas seni pertunjukan seperi ini, akan tetapi pawai obor dari salah satu bagian pengurupukan masih mereka jalani. Dan untuk Parade kesenian kali ini, “saya sangat mengapresiasi, karena di ikuti oleh semua Banjar Adat yang ada di Renon, ini membuktikan antusias mereka dalam memunculkan creativitas yang terus di gali”, ungkap Rai Mantra.

Sementara Ketua Panitia dari Karang Taruna Dharma Bakti Bagus Yoga Pratama mengatakan, Renon Creative Festival ini merupakan yang ke tiga kalinya di selenggarakan. Dikarenakan di Renon sendiri tidak boleh mengadakan pawai ogoh-ogoh sejak dahulu, oleh sebab itu dari kesepakatan Sekaa Truna di masing-masing Banjar yang ada direnon yang berjumlah 5 Banjar yang terdiri dari 4 Banjar adat yakni Banjar Peken, Kelod, Tengah dan Banjar Pande dan 1 Banjar dinas untuk mengadakan pertunjukan seni berupa sendratari dan parade baleganjur, yang kali ini mengusung tema kepahlawanan. Dan kegiatan ini di lombakan dengan meperebutkan piala bergilir nantinya.

Antusias penonton pun tampak terlihat saat penampilan pertama dari ST Dharma Yowana Banjar Pande Renon yang menampilkan sendratari yang menceritakan kisah “Marica Lina”, dimana disini di kisahkan tentang Kecantikan dari Dewi Sita membuat Rahwana yang merupakan raja raksasa dari kerajaan Alengka tergila-gila dan menghalkan segala cara untuk mendapatkannya. Padahal Rahwana tahu, jika Sita sudah memiliki suami yakni Sang Rama Dewa yang tidak lain adalah titisan Dewa Wisnu. Cara licik pun di tempuh oleh Rahwana dengan bersiasat dengan patihnya yang bernama Patih Marica, agar Rama dan Sita terpisah. Dimana Patih Marica merubah dirinya menjadi Kijang Emas, agar Sita tertarik dan meminta sang Rama untuk menagkap si kijang emas. Siasat itu pun berhasil dengan di kejarnya kijang emas oleh sang Rama, maka secara tidak langsung Patih Marica tidak mengetahui bahwa kematiannya sudah berada di ujung tanduk. Dikarenakan sang Rama tidak berhasil menangkap dengan tangan kosong, maka dilepaskanlah anak panah untuk mengenai kijang jadi-jadian tersebut. Saat anak panah mengenai tubuh kijang tersebut berubah menjadi raksasa Marica, mengetahui kijang itu sebuah jelamaan raksasa maka sang Rama membunuh raksasa tersebutr dengan hujaman panahnya kembali. Maka gugurlah Marica di tangan Sang Rama. Pesan moral di cerita Marica Lina inni, “seberapapun kejahatan berusaha di tutupi maka kebenaran ayang akan mengungkap semuanya”. RED-MB

Baca Juga :
Pemprov Bali Umumkan Libur pada Pilgub 15 Mei 2013