Foto: Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar dari PSI Emiliana Sri Wahjuni ikut ngayah menari Rejang serangkaian Piodalan di Padmasana Kantor DPRD Kota Denpasar yang jatuh pada Purnama Sasih Ketiga, Sabtu (10/9/2022.

Denpasar (Metrobali.com)-

Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Emiliana Sri Wahjuni memang tidak pernah berhenti memberikan inspirasi. Wakil rakyat yang dikenal penuh ide-ide kreatif dan rajin turun ke masyarakat ini ternyata tidak hanya mencintai seni budaya Bali namun juga menjadi pelaku langsung misalnya piawai dalam menari Bali.

Walaupun bukan orang Bali asli, srikandi PSI yang akrab disapa Sis Emil ini ternyata tidak kalah dalam urusan menari Bali. Belajar menari Bali sejak kecil, membuat Sis Emil jatuh cinta dengan tarian Bali. Dan kini dirinya pun mendapatkan kesempatan ikut ngayah menari Rejang serangkaian Piodalan di Padmasana Kantor DPRD Kota Denpasar yang jatuh pada Purnama Sasih Ketiga, Sabtu (10/9/2022.

Sis Emil ikut ngayah menari Rejang Taman Sari bersama ibu-ibu Gatriwara (Gabungan Istri Anggota Wakil Rakyat) DPRD Kota Denpasar. Sis Emil tampak bisa mengikuti semua gerakan tari yang diiringi gamelan Bali dengan sangat baik.

Ditemui usai menari Rejang, Sis Emil mengaku senang bisa ikut ngayah. “Rari Rejang ini paling mudah dibandingkan tari lainnya, dan saya merasa tersanjung bisa ikut gabung ibu-ibu Gatriwara ngayah menari Rejang,” ungkap Sis Emil penuh haru.

Saat menari Rejang Sis Emil juga mengaku teringat kenangan masa lalunya saat masih kecil dirinya berlatih menari dan sering juga tampil dalam acara televisi di TVRI Medan. Dia pun seperti bernostalgia bisa kembali menari Bali.

“Dari kecil saya memang diajari menari Bali oleh ibu saya. Dari kelas 1 SD sudah menari Bali di TVRI Medan,” kenang ibu dari dua orang putri ini.

Baca Juga :
Hindari Perpeloncoan, MPLS Didik Karakter dan Rasa Berbudaya Siswa

Para Anggota DPRD Kota Denpasar juga kaget melihat Sis Emil ternyata bisa menari Bali dan ikut ngayah menari Rejang. Mereka pun memberikan apresiasi atas kecintaan dan totalitas dari wakil rakyat perempuan ini dalam ikut mendukung melestarikan seni budaya Bali.

“Saya memang bukan orang Bali tapi saya sangat cinta seni budaya Bali. Saya tidak ingin hanya sekedar memberikan himbauan untuk melestarikan seni budaya Bali tapi ingin menjadi pelaku langsung,” ujar Sekretaris Fraksi NasDem-PSI DPRD Kota Denpasar ini.

“Saya ikut menari Bali juga sebagai bagian ikut melestarikan kebaya, warisan adiluhung nenek moyang kita yang menjadi jati diri perempuan Indonesia,” pungkas Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar yang membidangi kesehatan, pendidikan, pemuda dan olahraga, pemberdayaan perempuan, sosial dan tenaga kerja, kebersihan dan pertamanan, pariwisata dan lain-lain ini.

Tetabuhan, Pesantian, Tari Rejang Taman Sari dan Tari Topeng Wali yang dibawakan para seniman Kota Denpasar turut mengiringi pelaksanaan pujawali Piodalan di Padmasana Kantor DPRD Kota Denpasar ini.

Piodalan yang diselenggarakan setiap satu tahun sekali ini, dihadiri Sekda Kota Denpasar, IB. Alit Wiradana Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, I Wayan Mariana Wandhira, Made Muliawan Arya, AA. Asmara Putra, Anggota DPRD Kota Denpasar serta seluruh staf Sekretariat Dewan lainya yang ikut melaksanakan persembahyangan.

Pujawali ini menjadi momentum untuk selalu memanjatkan puji syukur kehadapan Ida Shang Hyang Widhi Wasa dengan selalu melakukan langkah-langkah koordinasi dan komunikasi antara Pemkot Denpasar bersama DPRD Kota Denpasar guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Kota Denpasar. (dan)