Foto: Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar dari PSI Emiliana Sri Wahjuni mendukung ibu-ibu pengurus Potads Bali (Persatuan Orang Tua dengan Anak Down Syndrome) dengan memberikan bantuan sejumlah barang untuk bisa mendukung agenda acara Program Bazar Amal.

Denpasar (Metrobali.com)-

Wakil rakyat sejati, berhati mulia, selalu peduli dan tidak lelah berbagi. Begitulah gambaran sosok Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Emiliana Sri Wahjuni yang terus hadir dengan penuh ketulusan membantu meringankan beban warga.

Kali ini wakil rakyat yang akrab disapa Sis Emil berbagi dengan ibu-ibu pengurus Potads Bali (Persatuan Orang Tua dengan Anak Down Syndrome) dengan memberikan bantuan sejumlah barang untuk bisa mendukung agenda acara Program Bazar Amal yang rencananya akan digelar oleh ibu-ibu Potads Bali ini pada tanggal 25 September di Kedampang, Kerobokan, Badung.

Sis Emil mengajak warga di sekitar Rumah Kreatif Emiliana Sri Wahjuni di Kerta Dalem Mansion, Sidakarya, Denpasar Selatan dan di sekitar kediamannya untuk menyumbangkan barang yang bisa dijual kembali oleh ibu-ibu Potads dalam Program Bazar Amal yang juga bertujuan untuk mengenalkan anak-anak down syndrome berniaga. Misalnya ada pakaian bekas layak pakai, sejumlah peralatan rumah tangga, tas dan barang-barang lainnya.

Bantuan yang terkumpul diserahkan langsung oleh Sis Emil kepada ibu-ibu dari Potads Bali di Rumah Kreatif Emiliana Sri Wahjuni, Selasa (20/9/2022). Bantuan yang diberikan ini diharapkan bisa membantu para orang tua yang punya anak down syndrome.

“Ibu-ibu dari group Potads ini mempunyai program membuat bazar dimana anak-anak dan orang tuanya diajarkan berjualan dengan apa yang dimiliki. Dan saya mendukung program mereka,” ujar Sis Emil.

Baca Juga :
Rasakan Cita Rasa Sup Kepala Ikan Warung Made Cakjul di Pantai Matahari Terbit Sanur

Sekretaris Fraksi NasDem-PSI DPRD Kota Denpasar ini pun mengajak warga agar peduli dengan kondisi dari anak-anak down syndrome dan juga orang tua mereka. Apalagi di masa pandemi Covid-19 mereka menghadapi kondisi yang sulit.

“Saya rasa kita semua wajib peduli di tengah keadaan yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Kita harus siap membantu karena pandemi ini belum berhasil. Tidak semua orang bisa lolos dari ujian pandemi Covid-19, tidak semua bisa berhasil, ada yang down, stress dan ada yang butuh support,” tutur ibu dari dua orang putri ini.

“Jadi saya support kegiatan Potads ini untuk mengajak dan merangkul semua ibu-ibu yang punya anak down syndrome agar tetap semangat menghadapi ekonomi yang baru mau pulih tapi sudah ada kondisi listrik naik, BBM naik dan bahan kebutuhan pokok naik,” imbuh srikandi PSI ini.

Menghadapi anak-anak dengan down syndrome saja sudah berat, apalagi menghadapi ekonomi seperti ini.  Namun Sis Emil berharap ibu-ibu Potads ini tetap kuat dan semangat serta sabar. “Doa saya menyertai ibu-ibu, apapun yang ibu-ibu lakukan pasti bisa berhasil kerena Kita Ada Kita Bisa,” pungkas Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar yang membidangi kesehatan, pendidikan, pemuda dan olahraga, pemberdayaan perempuan, sosial dan tenaga kerja, kebersihan dan pertamanan, pariwisata dan lain-lain ini.

Sementara itu Ety dan Dewi dari Pengurus Potads Bali (Persatuan Orangg Tua dengan Anak Down Syndrome) mengungkapkan Program Bazar Amal tanggal 25 September di Kedampang, Kerobokan ini dalam rangka memperingati Bulan Peduli Down Syndrome pada bulan Oktober 2022 mendatang. Pihaknya pun menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kepedulian dari Sis Emil.

“Kami akan melibatkan anak-anak untuk belajar berniaga, mengenalkan berjualan . Disana kami saling merangkul bagaimana anak-anak mengenal dunia luar, mengenal mata uang, berinteraksi dengan lingkungan dan anak-anak lain dimana di masa pandemi mereka tidak bisa beraktivitas seperti biasanya,” ujar Dewi.

Baca Juga :
Ruang Kreatifitas Kenalkan Seni Budaya Lewat Lomba Kostum Karnaval Serangkaian D'Youth Fest 2021

Kegiatan Bazar Amal ini juga menjadi momen yang tepat untuk anak-anak mereka bisa saling bertemu, bertegur sapa, melepas kangen dengan anak-anak lainnya. “Kami terenyuh. Semoga dengan kegiatan ini anak-anak bisa menjadi anak mandiri. Itu harapan kami sebagai orang tua yang dititipkan oleh Tuhan anak-anak istimewa,” ungkap Dewi. (wid)