Keterangan foto:  Wakil Ketua DPRD Badung, Wayan Suyasa, Selasa (15/3) menghadiri karya pujawali di Pura Dalem Sakenan Desa Adat Munggu/MB

Mangupura (Metrobali.com) –

Wakil Ketua DPRD Badung, Wayan Suyasa, Selasa (15/3) kembali memenuhi undangan masyarakat di Desa Adat Munggu. Kali ini politisi tiga periode menjadi anggota DPRD Badung tersebut menghadiri karya pujawali  di Pura Dalem Sakenan  Desa Adat Munggu.  Dalam kesempatan tersebut Suyasa didampingi Perbekel Munggu, I Ketut Darta, Bendesa Adat Munggu, I Made Rai Sujana, SH dan tokoh masyarakat Munggu, I Made Suda.

Saat puncak pelaksanaan pujawali tersebut Suyasa yang juga Ketua DPD Golkar Badung tersebut melakukan ngrastiti bhakti  agar masyarakat Badung segera pulih dari pandemi covid-19. Ia juga  ngaturang punia sebesar Rp 10 juta dan Made Suda menghaturkan punia sebesar Rp 2 juta untuk pelaksanaan upacara tersebut.

Bendesa Adat Munggu yang juga krama pengempon Pura Dalem Sakenan, I Made Rai Sujana mengatakan,  pihaknya berterima kasih atas kedatangan Wakil Ketua DPRD Badung, Wayan Suyasa dan telah memberikan dana punia terkait karya yang dilaksanakan di Pura Dalem Sakenan  Desa Adat Munggu. ”Saya mewakili  krama penyungsung Pura Dalem Sakenan Desa Adat Munggu, ngucapang suksmaning manah atas apa yang telah dilakukan oleh wakil rakyat Bapak Wayan Suyasa di Desa Adat Munggu. Kami juga ngrastiti untuk Bapak Wayan Suyasa dalam pencalonan di Pilkada tahun 2024 menjadi Badung 1 dan jayanti  pada tahun 2024 mendatang,” paparnya.

Sementara Wayan Suyasa mengatakan, pihaknya berterima kasih atas undangan yang telah diberikan, bahkan telah diberikan kesempatan pula melaksanakan dharma tula selaku bagian dari Pemerintah Kabupaten Badung. Apa yang telah disampaikan tokoh masyarakat Munggu terkait kepentingan politis pihaknya sangat menghargai dan apresiasi, namun pihaknya bukan munafik, tapi hal itu belum saatnya bicara politis. ”Biarkan saya melakukan pasawitran dulu. Titiang wantah nunas ica sareng Ida Bhatara  sesuhunan driki,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, jangan sampai dengan kehadirannya  di sini menjadi beban moral masyarakat di sini. “Biar tidak nanti saya, Wayan Suyasa nangkil ke ajeng Ida Bharata ada perilaku atau hal yang tidak berkenan  di masyarakat nantinya. Saya tidak ingin nanti datangnya tokoh masyarakat, masyarakat di sini teradu domba, hal itu saya tidak kita inginkan.  Saya merasa senang apa yang telah dilaksanakan masyarakat di Desa Adat Munggu. Dengan situasi pandemic saat ini, secara tulus ikhlas tetap melaksanakan yadnya,” ungkapnya. RED-MB