Gubernur Tinjau Waduk Titab1

Singaraja (Metrobali.com)-

Waduk  Titab yang terletak di Aliran Sungai Saba dan berlokasi di Perbatasan Desa Ularan, Desa Ringdikit, Kec Seririt dan Desa Busungbiu Kec. Busung Biu Kab. Buleleng akhir Tahun 2014 dipastikan akan beroperasi. Demikian terungkap saat Gubernur meninjau langsung bendungan tersebut , Selasa (14/1). “Mudah-mudahan keberadaan bendungan Titab bisa membawa kesejahteraan bagi masyarakat Buleleng khususnya “ demikian harapan Gubernur.

 Pastika menambahkan waduk ini akan mampu mengairi sawah diareal irigasi Saba dan Puluran seluas 1.794, 82 Ha. “ Mau musim panas atau hujan sawah mereka akan terairi dengan baik dan tidak lagi ketergantungan pada hujan, “ urainya.

Selain itu menurut Gubernur waduk ini juga dapat memenuhi kebutuhan air bersih sebesar 350 liter/detik di 3 Kecamatan di Kab. Buleleng yaitu Seririt, Banjar dan Busung Biu. Belum lagi akan ada pembangkit listrik sebesar 2 kali 0,75 MW yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat di sekitar lokasi,  Pengembangan Pariwisata air, perikanan dan lai-lainnya sehingga waduk ini akan menjadi sumber pendapatan sehingga benar-benar mampu memberikan kesejahteraan kepada masyarakat Buleleng. Kedepan setelah rampungnya waduk ini kita akan usulkan waduk lainnya seperti di aliran sungai Unda Kab. Klungkung yang sangat berpotensi untuk dikembangkan seperti disini sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat di daerah tersebut.

 Pada kesempatan tersebut Gubernur Pastika yang didampingi Kepala Dinas PU Provinsi Bali dan SKPD Terkait selain langsung meninjau pembangunan Waduk juga mendapatkan laporan mengenai progress pembangunan waduk Titab dari perwakilan Balai Wilayah Sungai Bali – Penida Kementerian PU Dwi Aryani .

Menurut Dwi Aryan Sampai 13 Januari 2014 mencapai 85, 5 Persen. Sehingga target sisanya sebesar 13,5 persen akan rampung tahun ini. Total Volume yang dapat ditampung waduk Titab nantinya sebesar 12,8 Juta Meter Kubik, dengan Luas Daerah Aliran Sungai sebesar 69, 54 Km2 dengan total biaya sebesar 428.7 Milyar lebih yang dianggarkan selama 4 Tahun dari Dana APBN Kementerian PU. Semua permasalah  sudah dapat diselesaikan terutama pembebasan lahan seluar 138 Ha  sudah mencapai 100 persen dan ada permasalahan geologi yang sudah bisa ditangani dengan baik. Secara umum semua sudah sesuai dengan progress yang telah direncanakan.DA-MB

Baca Juga :
Unggul di Sektor Fesyen, BEKRAF RI Tetapkan Denpasar Kota Kreatif Indonesia