Caption: Wabup Suiasa saat menghadiri rangkaian Karya Pengatep Dewa Hyang Pitara Pemerajan Tambyak di Banjar Tambyak Pecatu, Kuta Selatan, Minggu (23/5).

Badung, (Metrobali.com)-

Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menghadiri rangkaian Karya Pengatep Dewa Hyang Pitara Pemerajan Tambyak di Banjar Tambyak Pecatu, Kuta Selatan, Minggu (23/5). Turut hadir Bendesa Adat Pecatu I Made Sumerta, Perbekel Desa Pecatu I Made Karyana Yadnya, para pemangku serta pengempon Pemerajan Ageng Tambyak Pecatu. Dalam Upakara Negtegang Karya, Ngingsah/Nyangling ini dipuput oleh Ide Pedanda Gede Made Pengiasan dari Griya Pengiasan Banjar Beraban Denpasar. Pemerajan yang terletak di jalur utama menuju Pura Luhur Uluwatu tepatnya di Banjar Tambyak Pecatu ini di empon oleh 88 KK dengan 400 jiwa. Terkait dengan puncak karya direncanakan akan dilaksanakan pada 26 Mei mendatang bertepatan pada Purnama Sasih Sadha.

Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa dalam kesempatan tersebut mengatakan Pemerintah Kabupaten Badung akan selalu memberikan tempat, ruang dan waktu bagi masyarakat yang akan melaksanakan berbagai upacara adat dan upacara yadnya sepanjang mengikuti aturan yang berlaku terkait Covid-19 dengan mentaati protokol kesehatan seperti tetap memakai masker dan menjaga jarak. “Apa yang dilaksanakan hari ini oleh semeton Pemerajan Ageng Tambyak Pecatu yang melaksanakan upacara Pengetep Dewa Hyang Pitara sudah melakukan hal- hal tersebut. Kami pemerintah Kabupaten Badung sangat mengapresiasi kepada semeton pengempon Pemerajan Ageng Tambyak Pecatu yang dapat melaksanakan upacara ditengah pandemi Covid-19 secara gotong royong dan bersama dari hati sanubari para insan pengempon,” katanya seraya menambahkan dengan upacara ini tentu dapat memberikan aura ning nirmala dengan apa yang dipersembahkan kepada ida betara betari yang melinggih di Pemerajan Tambyak diharapkan dapat memberikan kerahayuan bagi semua.

Baca Juga :
Mati, Bantuan Kucit di Manistutu Diduga Bermasalah

Lebih lanjut Suiasa mengatakan pandemi Covid-19 membuat hampir seluruh tatanan dan kebiasaan yang biasa dilakukan seakan berubah baik kehidupan sosial dan ekonomi termasuk dalam pelaksanaan upacara-upacara yang dilakukan oleh umat seDharma. Namun meskipun begitu pandemi bukan suatu kendala dalam membangun dan melakukan upacara yadnya di Badung. Namun kondisi pandemi ini harus juga diwaspadai untuk menekan terjangkitnya virus Covid-19 di masyarakat. “Apa yang menjadi harapan dan keinginan kita semua untuk menjadikan Badung zona hijau astungkara bisa terwujud. Dan semoga yadnya suci ini memargi “labda karya sida sidaning don” serta dapat memberikan aura dan sinar suci yang positif bagi kerahayuan jagat dan kita semua,” pungkasnya.

Sumber : Humas Pemkab Badung