Rakerda KB
Mangupura (Metrobali.com)-
 
 
            Program Kependudukan dan Keluarga Berencana menjadi salah satu prioritas kerja Pemerintah Kabupaten Badung, karena kependudukan adalah modal dasar dan faktor dominan dalam pembangunan, yang menjadi titik sentral dalam pembangunan berkelanjutan. Berdasarkan laporan bahwa laju pertumbuhan penduduk mengalami penurunan dari  4,63% pada tahun 2013 menjadi 2,33 % tahun 2014. Hal tersebut menunjukkan hasil yang sangat memuaskan, untuk itu kerjasama seluruh stakeholder perlu ditingkatkan, terutama terhadap penduduk pendatang untuk diajak berpartisipasi dalam mensukseskan program pembangunan kependudukan dan keluarga berencana. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Badung I Made Sudiana saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Program Pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana (KB) Kabupaten Badung Tahun 2015 di Ruang Kriya Gosana, Puspem Badung, Senin (4/5) . Turut hadir Wakil Ketua DPRD Badung I Ketut Suiasa, Ketua TP PKK Badung Ny. Ratna Gde Agung, Wakil Ketua TP PKK Badung Ny. Made Sudiana, serta Ketua Persit Kartika Candra Kirana Dandim Badung.
Ditambahkan pula bahwa Pemerintah Kabupaten Badung menyambut baik  dilaksanakannya Rakerda ini karena salah satu arah kebijakan pembangunan nasional adalah pentingnya meningkatkan kualitas penduduk melalui pengendalian kelahiran dan pembangunan keluarga untuk tercapainya keluarga kecil bahagia dan sejahtera. Berbagai upaya telah dilakukan  dalam pengendalian angka kelahiran melalui program KB dengan upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan, pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga dan peningkatan kesejahteraan keluarga sehingga terwujud pertumbuhan penduduk yang seimbang. “Angka kelahiran dapat mengurangi atau bahkan meniadakan hasil-hasil pembangunan dan dapat memberi beban yang sangat berat bagi pemerintah serta rentan terhadap masalah-masalah sosial dan keamanan,” papar Sudiana. Diharapkan agar keluarga-keluarga di Kabupaten Badung dapat memberikan tauladan bagi putra putrinya sehingga nantinya dapat tumbuh dan berkembang secara seimbang baik fisik maupun mental sehingga menjadi generasi penerus yang tangguh dan berkepribadian yang teruji dan tidak terpengaruh hal-hal yang tidak baik serta tumbuh menjadi generasi yang anti korupsi. “Tanamkan kebiasaan kepada putra putri kita untuk selalu bertingkah laku jujur sehingga pencegahan korupsi bisa dimulai sejak dini,“ pesannya.
Kepala Badan KBKS Badung Putu Rianingsih selaku ketua panitia melaporkan bahwa tujuan Rakerda ini adalah untuk mengevaluasi program pembangunan kependudukan dan KB tahun 2014, merumuskan arah kebijakan dan strategi pengelolaan program pembangunan kependudukan dan KB tahun 2015 serta mensosialisasikan arah kebijakan strategi program pembangunan kependudukan dan KB tahun 2015. Tema Rakerda  tahun ini yaitu Melalui Rakerda kita optimalkan kinerja program pendudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga menuju Keluarga Sehat Sejahtera.
Disisi lain perwakilan BKKBN Bali Ida Putu Mudita menyampaikan bahwa  Rakerda ini merupakan komitmen untuk lebih meningkatkan program kependudukan KB dan  pelayanan terhadap keluarga dan masyarakat dalam upaya mewujudnya keluarga kecil bahagia. Tujuan Rakerda ini adalah meningkatkan komitmen dan dukungan seluruh mitra kerja dalam pengelolaan program pembangunan kependudukan dan KB tahun 2015.
Dalam kesempatan Wabup Sudiana juga sekaligus mencanangkan pencegahan korupsi berbasis keluarga dengan penyerahan plakat/stiker secara simbolis kepada TP PKK Badung, guru dan siswa yang diwakili SMPN 4 Mengwi, Sub. Pembantu Pembina KB Daerah yang diwakili kelian banjar Pande, kader KB yang diwakili oleh kader posyandu dan BKB Banjar Pande. Disamping itu diserahkan pula Kontra Kinerja Program (KKP) kepada para Camat se-Kabupaten Badung.RED-MB
Baca Juga :
Dari Natuna, Menteri Susi Pimpin Penenggelaman 19 Kapal Illegal di Tiga Kota