Jembrana (Metrobali.com)-

Program vaksinasi di Kabupaten Jembrana belum maksimal. Dari target 70 persen atau 224.983 orang, vaksinasi dosis pertama baru menyasar 96.327 orang atau 22,82 persen. Sedangkan vaksinasi dosis kedua sebanyak 37.259 orang atau 16,56 persen.

Belum maksimalnya program vaksinasi di masyarakat membuat Bupati Jembrana I Nengah Tamba kecewa. Ia kemudian memerintahkan OPD terkait hingga camat, lurah dan perbekel (kepala desa) serta jajaran terbawah untuk memaksimalkan sosialisasi.

“Ayo semua bergerak. Jangan diam. Ini sebenarnya pekerjaan kecil kalau semua bergerak” tandas Bupati Tamba ditemui seusai kegiatan update vaksinasi di Lantai II Jimbarwana Kantor Bupati Jembrana, Senin (14/6/2021).

Melihat dari hasil verifikasi vaksinasi menurutnya masih ada beberapa desa maupun kelurahan yang capaian persentase vaksinasinya sangat kecil. Untuk itu ditekankan kepada OPD terkait termasuk turunannya hingga kebawah seperti camat, lurah dan perbekel serta kelian dan kepala lingkungan untuk lebih giat lagi mensosialisasikan manfaat dari vaksin.

Pihaknya juga akan memberikan sanksi terhadap desa dan kelurahan maupun kecamatan yang capaian persentase vaksinasi terkecil. “Mereka yang capaian persentasenya kecil kita berikan sanksi” tegas Bupati Tamba.

Bupati Tamba juga menekankan agar kegiatan rapat khususnya terkait vaksinasi diakhiri dan diganti dengan diskusi sebagai upaya untuk memecahkan masalah. Karena menurutnya rapat tidak akan menyelesaikan masalah.

“Sekarang ini diskusi. Kalau rapat melulu, ya begini tidak akan selesai” ujar Bupati Tamba.

Karena sambungnya, apa yang dirapatkan, sudah pernah dibahas bahkan disampaikan dari dulu. “Mekanismenya kan sudah ada. Cuma mungkin sudah menjadi kebiasaan. Rapat dulu, baru jalan. Rapat dulu jalan lagi. Ini (rapat) yang terakhir. Masing-masing sudah ada tugasnya, mengertilah” jelasnya.

Bupati Tamba memberikan tenggang waktu tiga sampai empat hari kedepan kepada OPD terkait, kecamatan, desa maupun kelurahan dalam capaian vaksinasi tersebut. “Sekarang sudah berbagi tugas. Dilihat dari usapan tidak merata, saya tunggu sampai tiga, empat hari ini. Mau kerja tidak mereka” ujarnya .

Baca Juga :
Kasus positif COVID-19 bertambah 10.617 jadi 808.340 kasus

Tidak maksimalnya capaian persentase vaksinasi kata Tamba karena kurangnya sosialisasi termasuk dari kelian dan kaling sebagai jajaran terbawah yang notabenenya paling mengetahui kondisi masyarakat.

“Semua bergerak. Bantu kami. Sampaikan vaksin ini gratis. Ini untuk kebaikan dan kesehatan mereka (warga) sendiri. Kalau ada (warga) yang tidak mau, pelayanan administrasinya ditunda dulu” kata Bupati Tamba.

Bupati Tamba mencontohkan dua pasien positif Covid-19 yang kini dirawat di RSU Negara merupakan warga yang belum mendapatkan vaksin. “Artinya apa. Yang belum divaksin akan lebih rentan tertular dari pada yang sudah divaksin. Ini penting diketahui masyarakat. Karena vaksin untuk kebaikan mereka sediri” pungkasnya. (Komang Tole)