Denpasar (Metrobali.com) –

 

Korban meninggal akibat ledakan gudang LPG di Jalan Cargo, Denpasar, terus bertambah. Direktur Medik dan Keperawatan RS Ngoerah, dr. Affan Priyambodo Permana, Sp.BS (K), mengonfirmasi bahwa dua korban tambahan telah meninggal, menjadikan total korban meninggal menjadi lima orang.

“Kami informasikan update hari ini, tambahan korban meninggal dua orang, sehingga total meninggal menjadi lima orang. Korban terbaru adalah Petrus Jewarut (Ernus), laki-laki, 31 tahun, meninggal dunia pukul 21.30 WITA pada 11 Juni 2024, dan Robiaprianus Amput, laki-laki, 23 tahun, meninggal dunia pukul 10.30 WITA pada 12 Juni 2024,” ujar dr. Affan pada Rabu, 12 Juni 2024.

Saat ini, RS Ngoerah masih merawat 16 korban ledakan, dengan lima di antaranya telah dinyatakan meninggal dunia akibat luka bakar berat. Semua pasien dirawat intensif di Burn Unit (Ruang Perawatan Intensif Luka Bakar) rumah sakit tersebut.

“Dari 16 pasien yang dirawat, dua korban meninggal sepanjang hari ini sehingga total korban meninggal menjadi lima orang,” jelas dr. Affan.

Dari sebelas pasien yang masih dirawat, semuanya memerlukan alat bantu napas, dengan satu pasien menjalani operasi hari ini. Seluruh korban dirawat di Unit Luka Bakar RS Prof Ngoerah.

Penanganan lanjutan pada pasien melibatkan resusitasi dan penanganan kegawatan, termasuk cairan dan kebutuhan dasar manusia, serta penanganan penyakit seperti infeksi.

“Karena adanya trauma inhalasi atau trauma jalan napas, semua pasien menggunakan alat bantu napas. Satu pasien yang tidak mengalami trauma jalan napas dilakukan inkubasi karena menjalani tindakan di kamar operasi,” tambah dr. Affan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, gudang Eceran Gas Elpiji milik CV. Bintang Bagus Perkasa di Jl. Kargo Taman I No. 89 Banjar Uma Sari Desa Ubung Kaja Denpasar meledak pada Minggu, 9 Juni 2024, sekitar pukul 06.10 WITA, menyebabkan kebakaran hebat. Akibat ledakan tersebut, 16 korban dilarikan ke RS Prof Ngoerah dengan luka bakar berat.

Korban pertama yang meninggal adalah Edy Herwanto (43) pada 10 Juni 2024 pukul 02.00 WITA. Disusul oleh Purwanto (40), karyawan gas elpiji asal Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur, yang meninggal pada 10 Juni 2024 pukul 13.45 WITA. Korban ketiga, Yudis Aldyanto (33), mengalami luka bakar II AB – III 88% dan meninggal dunia pada 11 Juni 2024 pukul 03.10 WITA. (Tri Widiyanti)