Dua korban luka bakar yang di rawat di RS Prof Ngoerah Denpasar

Denpasar, (Metrobali.com)

Korban meninggal dunia akibat ledakan di gudang gas LPG yang berlokasi di Jalan Cargo Taman I No. 89, Banjar Uma Sari, Desa Ubung Kaja, Denpasar terus bertambah. Per Jumat, 14 Juni 2024, jumlah korban meninggal dunia mencapai total 9 orang.

Korban terbaru yang meninggal adalah Danu Sembara (36), yang merupakan pasien rujukan dari RS Mangusada. Danu Sembara meninggal dunia pada pukul 23.05 WITA tanggal 13 Juni 2024 di ruang Luka Bakar ICU-ICCU RS Ngoerah Denpasar.

Korban kedua, Eko Budi Santoso (37), meninggal pada dini hari Jumat, 14 Juni 2024, pukul 05.40 WITA. Sementara korban ketiga bernama Katiran yang meninggal dunia pada tanggal 12 Juni 2024 pukul 06.15 wita di RS Wangaya.

Kabag Humas RS Prof Ngoerah Dewa Kresna menjelaskan total pasien yang diterima RS Prof Ngoerah kini mencapai 17 orang, setelah sebelumnya menerima 16 pasien. Tambahan satu pasien dirujuk dari RS Mangusada Badung pada 12 Juni 2024. Saat ini, 9 pasien masih dirawat dengan ventilator.

Sebelumnya, dr. Affan Priyambodo Permana Sp BS (K), Direktur Medik dan Keperawatan RS Prof Ngoerah, menjelaskan bahwa kejadian ini termasuk dalam kategori kejadian luar biasa (KLB) karena jumlah korban yang cukup banyak.

RS Prof Ngoerah katanya, menerima pasien luka bakar dari berbagai rujukan, termasuk 7 pasien dari RSUD Mangusada, 3 dari RS Surya Husada, dan 2 dari RS Balimed. Meskipun kapasitas perawatan luka bakar di RS Prof Ngoerah hanya 15, pihak rumah sakit memastikan perawatan optimal bagi seluruh pasien.

Dr. I Putu Kuniyanta Sp An.KAP, Kepala Instalasi Rawat Intensif, menambahkan bahwa kondisi pasien dengan luka bakar di atas 60% sangat kritis dan memerlukan pemantauan intensif serta alat bantu pernapasan.

Penanganan lanjutan pada pasien melibatkan resusitasi dan penanganan kegawatan, termasuk cairan dan kebutuhan dasar manusia, serta penanganan penyakit seperti infeksi.

“Karena adanya trauma inhalasi atau trauma jalan napas, semua pasien menggunakan alat bantu napas. Satu pasien yang tidak mengalami trauma jalan napas dilakukan inkubasi karena menjalani tindakan di kamar operasi,” tambah dr. Affan.

Sebelumnya diberitakan, ledakan di gudang Eceran Gas Elpiji milik CV. Bintang Bagus Perkasa terjadi pada Minggu, 9 Juni 2024, sekitar pukul 06.10 WITA. Ledakan ini menyebabkan kebakaran hebat dan sejumlah korban mengalami luka bakar berat. Seluruh korban dilarikan ke RS Prof Ngoerah.

Kejadian ini mengingatkan kita akan pentingnya keselamatan dan keamanan dalam penanganan bahan mudah terbakar seperti LPG. Semoga para korban yang masih dirawat dapat segera pulih dan peristiwa serupa tidak terulang kembali. (Tri Widiyanti)