Jembrana (Metrobali.com)-
Sebanyak 31 pasien yang sebelumnya terkonfirmasi positif Covid-19 dinyatakan sembuh. Disaat bersamaan juga terjadi penambahan kasus baru (positif Covid-19) sebanyak 14 orang.
Humas Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Jembrana dr. Gusti Agung Putu Arisantha mengatakan ke-31 pasien yang dinyatakan sembuh ini adalah 16 pasien yang sebelumnya dirawat di RSU Negara dan 15 pasien yang dirawat di empat puskesmas rawat inap di Jembrana.
“Dengan kesembuhan ini pasien Covid yang masih dirawat di RSU Negara sebanyak 23 pasien dan 24 pasien dirawat di empat puskesmas rawat inap” terang Arisantha dalam keterangan pers, Senin (30/11).
Hari ini juga kata Arisantha terjadi penambahan pasien baru positif Covid-19 sebanyak 14 orang. Mereka merupakan hasil pemeriksaan dari kontak dekat, bergejala dan dari hasil rapid test reaktif yang kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab.
Adanya kesembuhan dan penambahan kasus baru ini jumlah kumulatif kasus positif Covid-19 di Jembrana hingga Senin (30/11) pukul 14.00 sebanyak 628 kasus. Sedangkan jumlah kumulatif pasien sembuh sebanyak 529 pasien dengan kasus meninggal dunia 12 orang.
“Pasien Covid yang lain masih proses untuk selanjutnya dirawat di rumah sakit (RSU Negara) maupun di Puskesmas rawat inap” ujarnya.
Karena kata dia dari 82 bed yang disediakan, baik di RSU Negara maupun di Puskesmas rawat inap masih banyak yang kosong. RSU Negara sebelumnya telah menyiapkan 42 bed dan di empat puskesmas rawat inap masing-masing 10 bed.
Arisantha merinci Puskesmas rawat inap Pekutatan masih merawat 8 pasien, Puskesmas rawat inap Mendoyo 7 pasien, Puskesmas rawat inap Pengambengan 5 pasien dan Puskesmas rawat inap Gilimanuk merawat 4 pasien. Sehingga di empat puskesmas rawat inap masih tersisa 16 ruang isolasi kosong.
Diakuinya penambahan kasus positif Covid-19 di Jembrana masih terjadi. Bahkan naik signifikan dibanding sebelumnya dimana dalam kurun waktu seminggu ini dari tanggal 22 sampai 28 Nopember tercatat bertambah sebanyak 107 kasus.
Disebutnya menurunnya disiplin masyarakat dalam menerapkan 3 M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) menjadi salah satu faktor meningkatkan kasus positif Covid-19. Selain itu potensi penularan juga terjadi dari kegiatan yang melibatkan banyak orang.
“Pada umumnya kegiatan dengan melibatkan banyak orang sangat sulit untuk menerapkan jarak aman (jaga jarak)” ujarnya
Kondisi ini menurutnya bisa saja mempengaruhi zona yang awalnya kuning kembali ke zona orange. “Memang ada beberapa indikator dalam menentukan zona. Tidak saja melihat penambahan juga angka kesembuhan termasuk jumlah test yang  dilakukan” terangnya.
Dalam upaya pencegahan lanjutnya, Satgas Covid-19 Jembrana tidak pernah lelah menghimbau masyarakat untuk tidak kendor dalam menerapkan 3M. “Intinya protokol 3 M itu hendaknya tetap dilakukan dimanapun dalam setiap aktivitas. Tidak boleh lengah” pungkasnya. (Komang Tole)