GUB PADA ACARA RAPAT PLENO PKB DI WISWA SABHA

Denpasar (Metrobali.com)-

Gubernur Bali Made Mangku Pastika menginginkan pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-37 Tahun 2015 digarap lebih serius agar dapat memberi persembahan terbaik bagi masyarakat luas. Untuk itu, dia minta persoalan krusial yang kerap mengemuka pada pelaksanaan PKB di tahun-tahun sebelumnya tak terulang lagi tahun ini. Harapan tersebut disampaikannya pada Rapat Pleno Persiapan Pelaksanaan PKB ke-37  di Ruang Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Rabu (27/5).

Dalam pengarahannya, pelaksanaan pameran mendapat perhatian khusus  Gubernur Pastika. Menurut dia, kegiatan pameran yang menampilkan berbagai produk kerajinan dan karya kreatif masyarakat Bali kerap menimbulkan persoalan krusial. Isu mengenai jual beli stand pameran hampir mengemuka pada setiap pelaksanaan PKB.  Hal ini, tambah Pastika, disebabkan oleh meningkatnya minat masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Sementara stand yang tersedia terbatas. “Hari ini saja sudah ada keluhan terkait pelaksanaan pameran PKB yang dimuat di sebuah media,” ujarnya.

Untuk itu, Pastika berharap kegiatan pameran mendapat perhatian lebih serius. Dia minta, seksi kepanitiaan yang membidangi pameran betul-betul memperhatikan hal ini. “Beri informasi seluas-luasnya terkait persyaratan, materi pameran, lokasi dan peruntukannya. Saya minta panitia jangan sibuk sendiri, sementara masyarakat tak tahu apa yang sudah kita lakukan,” imbuhnya. Agar tak menimbulkan persoalan di kemudian hari, pihak panitia juga diminta lebih cermat dalam melakukan seleksi dan senantiasa berpedoman pada aturan. Pastika menyarankan, sejumlah perajin tak terakomodir pada pelaksanaan PKB dapat diberi kesempatan untuk berpartisipasi di acara Bali Mahalango yang digelar setelah pelaksanaan PKB.

Masih terkait dengan pameran, Pastika juga mengingatkan agar PKB tak lagi terkesan seperti pasar malam. Tahun lalu, tambah Pastika, dia masih menemukan makanan yang tak mencerminkan ciri khas Bali dijual di arena PKB. Untuk itu, dia langsung mengintruksikan petugas Satpol PP agar melakukan operasi makanan non Bali di arena PKB ke-37.

Lanjut pada pelaksanaan pawai, dia minta pihak panitia membuat rancangan agar atraksi dapat dinikmati oleh masyarakat tanpa harus berdesak-desakan di sekitar panggung utama. Bahkan, Pastika punya ide, panggung utama dijadikan sebagai titik terakhir rute pawai. Sebab ada kecenderungan, peserta pawai sudah tak beraturan pasca melewati panggung kehormatan, sementara masyarakat belum sempat melihat atraksi mereka. “Coba balik polanya agar masyarakat bisa menyaksikan atraksi yang dilakukan para seniman sambil berjalan,” tambah dia.

Pelaksanaan lomba dalam ajang PKB juga mendapat perhatian Gubernur Pastika. Dalam pelaksanaan PKB tahun ini, dia minta agar pihak panitia dapat melakukan penilaian lebih objektif. Kata dia, aspek psikologis juga mesti mendapat perhatian dalam pelaksanaan lomba. “Masa juaranya kabupaten itu itu saja tiap tahun. Itu kan bisa melemahkan semangat partisipasi yang lain,” ujarnya.

Masih terkait dengan lomba, Pastika juga berharap agar hadiah bagi juaranya dapat diperbesar nominalnya. “Demikian juga untuk seniman tua. Saya tak tega melihat mereka, sudah tua, datang dari jauh, hadiahnya tak seberapa.Saya tahu para seniman itu berkarya dengan loyalitas, namun kita tetap harus memberi penghargaan,” ujarnya seraya meminta agar Kadisbud membuat kajian.

Dalam kesempatan itu, Pastika juga menginformasikan bahwa layanan shuttle bus ditiadakan dalam PKB tahun ini. “Karena peminatnya sangat kurang,” imbuhnya. Karena masih perlu mendengar penjelasan dari masing-masing koordinator bidang, Pastika minta agar rapat pleno diagendakan kembali pada Minggu (31/5).

Sementara itu, Kadis Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha dalam laporannya mengatakan, PKB ke-37 akan dibuka pada Sabtu (13/6) dengan prosesi pawai di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali (MPRB). Selain atraksi dari peserta kabupaten/kota dan partisipan dari luar Bali dan luar negeri, pawai juga akan menampilkan garapan baru ISI Denpasar yaitu Gamelan Ketug Bumi. Pada hari yang sama juga akan digelar pembukaan secara resmi di Panggung Terbuka Ardha Candra pada pukul 20.00 wita. Oratorium Ayodya Kertha Negara garapan ISI Denpasar akan memeriahkan acara pembukaan PKB Tahun 2015. Sama seperti pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, PKB kali ini diisi dengan beberapa kegiatan antara lain pameran, pagelaran, lomba dan parade dan sarasehan.AD-MB