Gianyar (Metrobali.com) – 

Bupati Gianyar, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati meraih penghargaan Kebo Iwa Award dari Pasemetonan Sri Karang Buncing dan Yayasan Garbha Nusantara. Penghargaan tersebut diterima Bupati Gianyar atas jasanya ikut memelihara dan melestarikan peninggalan Kebo Iwa termaksud ajaran-ajaran dan spirit Kebo Iwa yang relevan untuk masa kini maupun masa depan.
Hal tersebut diungkapkan ketua Pasemetonan Sri Karang Buncing, Made Supatra Karang pada penyerahan penghargaan Kebo Iwa Award di Santi Mandala Resort and Spa, Selasa (19/2). Penyerahan Kebo Iwa Award dihadiri oleh Wakil Bupati Gianyar, Anggota Muspika dan pasemetoman Sri Karang Buncing.
Lebih lanjut menurut Made Supatra, Kebo Iwa Award ini merupakan penghargaan yang di berikan kepada individu ataupun kelompok dan tokoh-tokoh yang memiliki kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat dan tokoh Kebo Iwa. Berdasarkan rekomendasi Tim Penilai yang di ketuai oleh Prof. Dr. Ir. Gede Mahardrika, M.Si, Cok Ace merupakan tokoh yang berhak menerima penghargaan Kebo Iwa Award yang pertama. Penghargaan yang di terima Cok Ace tersebut merupakan penghargaan pertama dari Pasemetonan Sri Karang Buncing
Menurut Ketua Tim Penilai, Gede Mahardika, Penghargaan Kebo Iwa Award menjadi motivasi kepada masyarakat untuk terus melestarikan ajaran Kebo Iwa yang sangat mulia guna menjalin persaudaraan dan persatuan bangsa. Pemberian Kebo Iwa Award kepada Cok Ace bukan semata karena Cok Ace sebagai Bupati Gianyar, Tapi berdasarkan kriteria penilaian yang objektif dan telah ditetapkan. Hal tersebut melihat dari hasil kerja Cok Ace sebagai Bupati Gianyar yang menjadikan Kebo Iwa sebagai Icon Kota Gianyar, berdirinya Tugu Kebo Iwa dan karya seni tari Kebo Iwa.
Bupati Gianyar mengapresiasi penghargaan yang diberikan Pasemetonan Sri Karang Buncing sebagai motivasi baginya untuk berbuat lebih demi kesejahteraan rakyat. Sejak kecil Kebo Iwa merupakan idola bagi dirinya dan semakin dewasa kekaguman, kecintaan serta pemahamannya akan tokoh Kebo Iwa semakin besar. Pemahaman akan pengorbanan, pengabdian dan jasa Kebo Iwa kepada Nusantara menjadi motivasi dan spirit baginya untuk mengabdikan diri kepada masyarakat.

Lebih lanjut Bupati mengungkapkan bahwa sesungguhnya masih ada obsesi yang belum terlaksana dari kecintaanya terhadap sosok Kebo Iwa, yaitu Jalan Dharma Giri yang sekarang sebenarnya sangat ingin dia jadikan menjadi Jalan Kebo Iwa, karena baginya tanpa sosok Kebo Iwa Bali tidak mungkin seperti saat ini, jadi sangat pantaslah jika Jalan itu menjadi jalan Kebo Iwa. TRA-MB

Baca Juga :
Bupati Suwirta Serahkan Bantuan Rehab Rumah