Keterangan foto: Sejumlah truk dengan muatan sapi Bali sempat dicurigai warga saat melintas di jalan nasional Denpasar-Gilimanuk di kawasan Sumbersari, Kecamatan Melaya, Kamis (24/5)/MB

Jembrana, (Metrobali.com) –
Sejumlah truk dengan muatan sapi Bali sempat dicurigai warga saat melintas di jalan nasional Denpasar-Gilimanuk di kawasan Sumbersari, Kecamatan Melaya, Kamis (24/5).
Warga menduga sapi-sapi tersebut ilegal karena selain tidak ada tanda (nomor) pada punggung sapi seperti pengiriman resmi umumnya, juga melintas dikawasan yang dicurigai warga sebagai jalur tikus pengiriman sapi ilegal.
“Ketemunya tadi siang di jalan daerah Sumbersari. Tidak tahu terus kemana” ujar salah seorang warga, Kamis (24/5).
Kecurigaan warga dibantah pihak penanggungjawab Balai Karantina Pertanian Klas I Denpasar Wilayah Kerja (Wilker) Gilimanuk, IB Eka Ludra.
Menurutnya sapi Bali yang diangkut truk itu akan dikirim ke Kota Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pengiriman sapi Bali itu sah dan legal, bahkan pihaknya kebagian tugas pengawalan.
“Ada 210 ekor sapi yang dikirim. Semuanya sudah melalui pemeriksaan HPHK (Hama Penyakit Hewan Karantina) di Balai Karantina Klas I Denpasar” Ungkapnya.
Sapi-sapi tersebut lanjutnya diangkut menggunakan 10 unit truk dari Denpasar menuju Pelabuhan Celukan Bawang, Buleleng untuk selanjutnya dikirim ketempat tujuan menggunakan kapal.
“Sudah mulai Rabu kemarin. Dari awal tahun sampai bulan Mei, ini pengiriman yang kedua. Kalau tujuan Jawa kita melalui Pelabuhan Gilimanuk” jelasnya.
Eka Ludra menambahkan mengantisipasi pengiriman sapi ilegal melalui jalur tikus, pihaknya akan meningkatkan pengawasan dan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian.
Pewarta: Komang Tole
Editor: Hana Sutiawati
Baca Juga :
Kontrak Hotel Jimbarwana Setahun Capai 1 Miliar Lebih