Denpasar (Metrobali.com) – Pertumbuhan ekonomi Bali yang diukur berdasar kenaikan produk domestik regional bruto (PDRB) mencapai 2,17 persen pada triwulan II/2011.

Angka ini meningkat dibandingkan triwulan I tahun sama yang mencapai 0,75 persen. Pertumbuhan ekonomi di triwulan II/2011 ini sepenuhnya didorong oleh seluruh sektor ekonomi dengan pertumbuhan tertinggi pada sektor pengangkutan dan komunikasi.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Propinsi Bali I Gede Suarsa di Denpasar, Jumat (5/8) kemarin mengungkapkan, berdasarkan nominal PDRB Bali atas dasar harga berlaku pada triwulan II/2011 mencapai Rp 17,99 trilyun. Atas dasar harga konstan 2.000 mencapai Rp 7,61 trilyun. Akselerasi perekonomian Bali agak lebih cepat pada triwulan II/2011 dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.

Laju pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 3,35 persen. Angka tersebut lebih tinggi dari triwulan sebelumnya yang mengalami kontraksi (pertumbuhan negatif) sebesar minus 2,07 persen.

Kontributor utama terhadap tingginya laju pertumbuhan pada subsektor pengangkutan ini adalah angkutan udara yang tumbuh 5,06 persen dan angkutan laut sebesar 5,03 persen. “Adanya berbagai kegiatan seperti PKB, liburan sekolah, hari raya hingga konferensi tingkat tinggi yang diselenggarakan di Bali berpengaruh signifikan terhadap jumlah kunjungan wisatawan domestik maupun asing ke Bali dalam triwulan II/2011 ini,” tuturnya.

Data yang didapat BPS Bali dari Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Ngurah Rai Bali menunjukkan, penumpang yang berangkat melalui pelabuhan udara mencapai 1.526.527 orang

selama triwulan II/2011 atau meningkat 8,54 persen dibandingkan triwulan I tahun sama sebesar 1.406.451 orang. Hal sama juga terjadi untuk jumlah penumpang yang datang mengalami kenaikan 14,11 persen, namun untuk jumlah penumpang yang transit turun 7,91 persen.

Lanjutnya, pertumbuhan terendah selama triwulan II/2011 terjadi pada sektor industri pengolahan. Setelah sempat tertekan di triwulan I/2011, industri pengolahan di Bali mampu tumbuh
positif sebesar 0,88 persen.

Kondisi tersebut secara umum ditunjang dengan bergairahnya kunjungan wisman ke Bali yang berdampak positif terhadap kinerja sektor industri pengolahan.

Sementara itu, tambahnya, secara umum menurut lapangan usaha yang menunjang laju pertumbuhan PDRB Bali ada sembilan jenis. Lapangan usaha sektor pertanian, sektor pertambangan dan penggalian, sektor industri pengolahan, sektor listrik, gas dan air bersih, sektor bangunan, sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor pengangkutan dan komunikasi, sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan dan terakhir sektor jasa.