Denpasar (Metrobali.com)-

Upaya pemerintah untuk meningkatkan pelayanan atas pengabdian tenaga pendidik (guru) terutama di jenjang pendidikan dasar maupun menengah sepertinya masih bermasalah. Pasalnya, pencairan dana tunjangan profesi guru (TPG) untuk yang telah lulus uji sertifikasi acapkali ngadat atau molor. Bahkan tidak pernah dibayar penuh. Tak pelak, daya kreatif dan gairah para guru pun terkesan mulai merosot. Jika hal ini dibiarkan terjadi sampai berlarut-larut dipastikan akan dapat  mengganggu kinerja para guru dalam proses belajar mengajar di sekolah.

Demikian diungkap oleh Ketua PGRI Bali, Dr. Gede Wenten Aryasuda, Sabtu (28/10) kemarin. Dia menegaskan kisruh pencairan dana TPG memang tidak hanya terjadi pada tahun ini saja, melainkan juga sempat terjadi lalu. Karena itu, ke depan pencairan dana TPG harus diatasi lebih serius. “Sehingga pencairan dana TPG tidak terjadi penundaan lagi dan mampu dibayar secara penuh,” harapnya.

Diakuinya, TPG kurang bayar tahun 2009 dan 2010 mencapai Rp 10 miliar. Maka itu, pada tahun depan kurang bayar ini dapat diatasi dengan baik. Karena TPG memang menjadi hak mutlak dari para guru. Jika hal ini dibiarkan berarti pemerintah belum serius mengatasi persoalan klasik terkait kurang bayar daripada dana TPG ini. Tak pelak, gairah guru dalam menjalankan tugasnya bisa semakin menurun drastis. Upaya peningkatan mutu pendidikan dalam mencetak generasi emas bangsa yang unggul dan berkualitas pun akan menjadi terambat dan terancam gagal. “Bilamana perlu pencairan dana TPG dilakukan bersamaan dengan pembayaran gaji setiap bulan sekali,” cetusnya.

Lebih jauh, Wenten mengaku salut kepada Disdikpora Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya yang cukup berani untuk berterus terang secara terbuka memberitahukan kendala kurang bayar TPG untuk para guru di Kota Denpasar. Sehingga tidak ada kesan Disdikpora sengaja menunda atapun menghambat pencairan dana TPG tepat waktu. “Semoga hal ini dapat membangun jalinan komunikasi yang bersinergi antara para guru dengan pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan ke depannya,” harapnya.

Baca Juga :
Wapres: kasus Antasari-SBY tidak berhubungan dengan pilkada

Diketahui bahwa  pembayaran TPG di Kota Denpasar tahun ini sebesar Rp 58,6 miliar untuk 2.268 guru. Tapi, baru dijatahkan akan dibayar untuk tujuh bulan saja sebesar Rp 94 miliar. Ini artinya ada kurang bayar sebanyak 36 miliar. IJA-MB