Mangupura (Metrobali.com)-

Guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Satuan Perlindungan Masyarakat dalam melaksanakan tugas pokok perlindungan masyarakat, Pemkab Badung melalui Badan Kesbangpol Linmas menggelar pelatihan dasar perlindungan masyarakat bagi petugas Linmas Desa/Kelurahan se-Badung, di Hotel Batukaru Garden, Selasa (29/1) kemarin. Pelatihan dibuka oleh Wakapolres Badung Kompol Sang Gede Suka Wiyasa, SH, SIK ditandai dengan pemukulan gong.

            Kepala Badan Kesbangpol Linmas Kabupaten Badung yang diwakili Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat I Putu Suryawati melaporkan, kegiatan pelatihan dasar (Latsar) Linmas ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan bagi anggota satuan perlindungan masyarakat dan anggota yang potensial menjadi anggota satuan Linmas. Pelatihan bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota satuan linmas dalam melaksanakan tugas pokok perlindungan masyarakat yaitu; membantu upaya pertahanan Negara, membantu penanggulangan bencana, membantu dalam pemilu/pemilukada, membantu kegiatan sosial kemasyarakatan, memelihara kantibmas dalam pengamanan wilayah serta ikut dalam kegiatan keamanan lingkungan.

            Pelatihan Latsar Linmas akan berlangsung hingga 30 Januari 2013 ini dengan jumlah peserta berjumlah 248 orang dari 62 Desa/Kelurahan di Badung. Narasumber berasal dari Polres Badung serta BPBD Badung. Materi pelatihan meliputi; visi misi serta fungsi Linmas, sejarah linmas, pengamanan Pemilukada secara langsung, praktek Pemilukada langsung, Kepemimpinan, Kedisiplinan dan kesemaptaan jesmani.

            Sementara Wakapolres Badung Kompol Sang Gede Suka Wiyasa menekankan bahwa sangat penting artinya bagi petugas Linmas dalam melaksanakan tugas pengamanan di wilayah desa maupun kelurahan. Lebih lanjut dijelaskan, petugas Linmas harus mampu mengantisipasi dampak-dampak negatif yang bisa timbul di wilayah masing-masing baik itu dampak dibidang idiologi, politik, sosial budaya maupun pertahanan dan keamanan (hankam).

“Sebentar lagi kita akan dihadapkan dengan pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Pemilu Legislatif, tentu kegiatan ini akan memberi dampak-dampak lingkungan, untuk itu diperlukan kewaspadaan dan dapat membaca situasi lingkungan guna mengantisipasi hal tersebut,” kata Kompol.  Ditambahkannya, peserta pelatihan agar betul-betul mengikuti pelatihan ini dengan baik, pengetahuan maupun wawasan yang diperoleh diharapkan dapat diaplikasikan di lingkungan Desa/Kelurahan masing-masing sehingga keamanan lingkungan tetap terjaga. GAB-MB

Baca Juga :
Lomba mulung Sampah Ciliwung angkut 15.939 karung sampah