Cianjur (Metrobali.com) –

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cianjur, Jawa Barat, mencatat tingkat hunian hotel di Cianjur, selama satu bulan terakhir kembali meningkat hingga 50 persen, sehingga berbagai promosi diberikan pengelola untuk lebih meningkatkan kunjungan.

Markom Manager Le Eminance Hotel Cipanas, Rizki Sutrisna saat dihubungi Minggu, mengatakan tingkat hunian terus meningkat sejak satu bulan terakhir terutama setelah Cianjur bertahan PPKM level 2, bahkan tingkat hunian sempat mencapai 70 persen selama dua kali akhir pekan.

“Untuk dua pekan terakhir, angka kunjungan meningkat tajam dari 30 persen menjadi 60 persen bahkan sempat di angka 70 persen saat libur panjang akhir pekan di akhir bulan lalu. Untuk saat ini dari seratusan lebih kamar yang ada, 50 persen terisi,” katanya.

Untuk meningkatkan angka kunjungan, tutur dia, pihaknya memberikan berbagai program untuk pengunjung yang datang termasuk berwisata di lingkungan hotel yang memiliki berbagai wahana permainan dan olahraga bagi keluarga.

Hal yang sama juga diberikan pengelola Zury Hotel Cipanas, dimana mereka memberikan panduan untuk pengunjung agar cepat sampai ke lokasi dengan memilih jalur alternatif agar tidak terjebak antrian di jalur Puncak, termasuk memberikan patokan waktu berangkat.

“Tingkat kunjungan mulai meningkat sejak dua pekan terakhir, kami memberikan berbagai promo untuk pengunjung termasuk berwisata di lingkungan hotel atau menggelar fun game dengan melibatkan semua tamu. Harapan kami angka kunjungan terus meningkat,” kata staf humas Zury Hotel Cipanas, Iwan Boim.

Ketua PHRI Cianjur, Nano Indra Praja, mengatakan sejak satu bulan terakhir angka kunjungan ke hotel anggota PHRI Cianjur, mengalami peningkatan hingga 50 persen, terlebih setelah Cianjur dapat bertahan di PPKM level 2, sehingga perputaran ekonomi kembali menggeliat.

Baca Juga :
Presiden Minta PTSP BKPM Percepat Perizinan Investasi

“Kami berharap tingkat okupansi terus meningkat dan pembatasan tidak lagi diberlakukan karena sejak dua pekan terakhir pengelola masih menerapkan aturan pemerintah 50 sampai 70 persen dari kapasitas. Berbagai program dan promosi dilakukan untuk menarik minat pengunjung lebih tinggi,” katanya. (Antara)