Jembrana (Metrobali.com)

Personel Pos Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jembrana kembali melakukan pencarian pelajar yang hilang saat mancing di Pantai Candikusuma, Jumat (19/6).

Pencarian di hari kedua terhadap pelajar kelas XII di salah satu SMK di Jembrana ini juga melibatkan personel Polair Polres Jembrana, BPBD Jembrana dan sejumlah nelayan setempat.

Dengan menggunakan dua rubber boat personel SAR Jembrana dan kapal Polair Polres Jembrana, radius pencarian diperluas dari lokasi titik awal dimana korban terseret arus.

Korban Kadek Agus Santika (16) asal Banjar Berawantangi, Desa Tukdaya, Kecamatan Melaya akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah meninggal.

Koordonator Pos Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jembrana, Komang Sudiarsa, Jumat (19/6) mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 17.00 Wita dalam kondisi sudah meninggal.

“Jasad korban dibawa ke rumah sakit umum Negara dengan menggunakan mobil ambulan BPBD Jembrana” ujarnya.

Korban lanjutnya, ditemukan diseputaran perairan Candikusuma sekitar 500 meter arah barat dari lokasi awal korban terseret arus. Pencarian di hari kedua dimulai pada pukul 06.00 Wita.

Diberitakan sebelumnya korban Kadek Agus Santika (16) asal Banjar Berawantangi, Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya hilang terseret arus saat mancing di Pantai Candikusuma, Kamis (18/6).

Korban mancing bersama empat (4) teman lainya dari alamat yang sama yakni I Made Sukadana.(25), I Gusti Putu Nanda Arya Putra (21), I Komang Widiana (22) dan I Gusti Putu Gilang Aditya (17).

Di Pantai Candikusuma, Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya mereka mancing tidak dalam satu lokasi namun menyebar.

Korban terseret arus sekitar pukul 13.30 Wita. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polsek Mendoyo dan Pos Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jembrana. (Komang Tole)

Baca Juga :
Busyro Jalani Proses Seleksi Lanjutan Pimpinan KPK