Uang THR Ilustrasi

Jembrana (Metrobali.com)-

Lantaran gaji dan THR Hari Raya Nyepi belum terbayarkan, karyawan Hotel Jimbarwana, Jembrana mengancam mogok kerja.

Terkait ancaman tersebut, Ketua Serikat Pekerja Pariwisata (SPPar) Hotel Jimbarwana, Agus Sasmita, Senin (7/4) mengaku kesal dengan pihak menagemen. Pasalnya gaji bulan Maret hingga sekarang belum terbayarkan. Selain itu, karyawan juga tidak menerima THR hari raya. “Kalau tidak mendapat gaji, terus kami mau makan apa” ujar Agus Sasmita.

Menurutnya rencana mogok ini sudah tercetus sebelum Nyepi lalu. Pasalnya THR yang biasanya mereka terima untuk Hari Raya Nyepi tidak terbayarkan. Saat ditanyakan, pihak menagemen mengaku masih terbelit masalah keuangan dan belum memiliki dana. Belakangan malah gaji bulan Maret juga belum diberikan.

Agus, karyawan lain menambahkan hampir semua karyawan di semua divisi belum memperoleh haknya. Oleh managemen, karyawan dijanjikan tanggal 15 April setelah pemilihan legislatif (pileg). “Kalau diundur terus, lalu kami makan apa?” tandasnya.

Sementara, Ketua SPSI Jembrana, Sukirman mengaku telah mendengar keluhan karyawan Hotel Jimbarwana itu. Selanjutnya pihaknya mendesak agar pihak managemen hotel segera memberikan hak karyawan itu.

Sukirman juga berharap pihak manajemen tidak semena-mena dan mengabaikan kewajibannya. Semestinya karyawan diperlakukan sebagai mitra, bukan hanya sebagai obyek mencari keuntungan.

Terkait masalah tersebut, pihak manajemen belum bisa dimintai konfirmasi. Sebelumnya, GM Hotel Jimbarwana, Made Sukadayana mengatakan pada bulan-bulan menjelang pileg (pemilihan legislatif) pendapatan hotel plat merah itu menurun drastis, lantaran tamu yang datang dapat dihitung dengan jari.

“Kalau dicari, kita sebenarnya sudah cukup kekeluargaan. Gaji juga sudah dinaikan, padahal mereka itu banyak yang tidak memiliki latar belakang perhotelan. Intinya kami tidak mau didikte oleh karyawan” pungkasnya. MT-MB

Baca Juga :
Mendikbud : Konsultasikan Persoalan Kurikulum di Klinik Guru