Badung, (Metrobali.com)

Melalui semangat marhaenisme, DPC Pemuda Demokrat Kota Denpasar berkolaborasi dengan DPC Pemuda Demokrat Badung dalam menggelar Seminar Kebangsaan yang bertempat di Kriya Gosana Kantor Bupati Puspem Badung. Seminar Kebangsaan mengambil tema “Aktualisasi Pemikiran Bung Karno dalam Pembangunan Bangsa dan Negara”. Seminar Kebangsaan ini mengajak seluruh generasi muda baik pada tataran sekolah, kampus, desa adat, organisasi kepemudaan yang ada di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.

Wikan Pradnya Dana selaku Ketua DPC Pemuda Demokrat Indonesia Kota Denpasar menyatakan kegiatan Seminar Kebangsaan ini adalah rangkaian HUT Pemuda Demokrat Indonesia sekaligus menyongsong bulan Bung Karno dan lahirnya Hari Pancasila. Melalui Seminar ini diharapkan mampu memberikan pemahaman edukasi kepada generasi Muda mengenai gagasan pemikiran Bung Karno dalam pembangunan Bangsa dan Negara dalam hal ini perannya pemuda agar bergerak untuk masyarakat Badung dan Kota Denpasar.

Lebih Lanjut I Dewa Putu Ardita Yasa, S.Ag selaku ketua DPC Pemuda Demokrat Indonesia Badung menjelaskan seminar kebangsaan ini menghadirkan para pembicara yang hebat pada bidangnya; I Wayan Adi Arnawa, S.H selaku Seketaris Daerah Badung serta sebagai Keynote Speaker, dan dua pembicara yang berunsur dari generasi milenial; I Kadek Surya Jayadi, S.S., M.A selaku Akademisi Muda lulusan UGM, dan seorang aktivis Anak Agung Bagus Cahya Dwijana, S.H.

Seketaris Daerah Badung menjelaskan “Penguatan nilai-nilai pancasila sangat penting terutama dalam pendidikan anak dan generasi muda di masa kini. Jadi jangan sampai Pancasila hanya sekedar teori saja, kerena yang paling penting Pancasila dapat diimplementasikan pada tindakan kita sehari-hari, menekankan pentingnya pendidikan Pancasila dalam pendidikan generasi muda sebagai penguat karakter bangsa, inilah wujud semangat Marhaen Bung Karno. tegasnya

I Kadek Surya Jayadi, S.S., M.A mengatakan Bung Karno adalah seorang pemikir dan seseorang yang gemar membaca literature apapun. Sehingga Kecakapan hidup Bung Karno dalam mengolah sebuah informasi dan pengetahuan. Meneladani Bung Karno harus lah melek literasi, semakin tinggi literasinya, semakin baik pula kecakapan hidup seseorang. Bangsa-bangsa yang besar dan maju lainnya di dunia memiliki latar belakang literasi yang baik dan panjang. Selanjutnya, bagi bangsa yang berkarakter seperti bangsa Indonesia ini, literasi dapat dijadikan sebagai standar untuk pengamalan Pancasila.

Sementara aktivis muda Anak Agung Bagus Cahya Dwijana, S.H., menjelaskan melalui moment bulan Bung Karno ini “Saya melihat Bung Karno mampu membawa pergerakan Bangsa Indonesia pada tatanan baru, Beliau bisa melepaskan belenggu dari Penjajahan kolonial dan imperialisme. Selain itu,.Bung Karno memformulasikan konsep Trisakti, yakni: berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan sebagai bentuk revolusi suatu bangsa. Falsafah Trisakti yang dinarasikan Bung Karno tersebut sampai sekarang masih sangat relevan. Tiap bangsa, harus memiliki kemandirian untuk dapat disebut merdeka seutuhnya’ tegasnya .

Diakhir kegiatan, Dewa Ardita mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang mensupport kegiatan ini, diantaranya Pemerintah Kabupaten Badung, DPD Pemuda Demokrat Provinsi Bali serta OKP lainnya” ucapnya. (Sut)