Rombongan Komisi III DPRD Badung saat diterima di Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani Gianyar, Jumat (17/12).

 
Balinetizen.com, Badung

Komisi III DPRD Badung didampingi sejumlah pejabat Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung, Jumat (17/12) menggelar kunjungan kerja ke Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani Gianyar. Tujuannya untuk menggali kiat atau strategi untuk menekan kebocoran air yang dikelola perumda air minum. Rombongan diterima oleh Dirut Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani Made Sastra Kencana.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Badung Nyoman Satria yang dihubungi Sabtu (18/12) menyatakan, Gianyar mampu menekan kebocoran air. “Karena itu, kami mengadakan studi banding ke perumda kabupaten seni tersebut,” ujar anggota Fraksi PDIP Perjuangan Badung dari Dapil Mengwi tersebut.
Saat ini, tegas peraih suara tertinggi pada Pileg 2019 lalu itu, kebocoran air di Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung relatif masih cukup tinggi. Angkanya sekitar 40 persen. “Dengan kunjungan ke Gianyar ini, kami berharap bisa memperoleh trik atau strategi untuk menekan kebocoran air tersebut,” ungkapnya.

Menurutnya, kebocoran ini sangat terkait dengan sumber daya manusia (SDM). Untuk inilah, pihaknya berharap memperoleh gambaran kualifikasi SDM seperti apa yang harus dimiliki untuk bisa menekan kebocoran air tersebut.

Selain soal kebocoran, kata Satria, pihaknya juga melakukan studi komparasi terkait dengan kondisi PDAM di saat pandemi covid-19 seperti sekarang. Pihaknya berharap bisa memperoleh kiat bagaimana caranya agar Perumda tetap untung atau paling tidak Perumda tidak merugi.
Untuk ini, ujar Satria, pihaknya memperoleh kiat dengan melakukan efisiensi. Salah satunya adalah dengan memberikan gaji karyawan sesuai dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK). Dengan upah setara UMK, tegasnya, Perumda Tirta Sanjiwani Gianyar tidak sampai merugi.

Baca Juga :
Denpasar Targetkan Perbaikan Jalan Rampung 10 Desember

Pada kesempatan itu, ujar Satria, Komisi III juga bisa memperoleh sharing soal produksi air dalam kemasan. Dari dulu, wacana soal air dalam kemasan di Badung muncul namun hingga kini tetap belum terwujud. “Untuk inilah kami melakukan sharing soal bagaimana peluang air dalam kemasan tersebut dan bagaimana teknisnya,” tegasnya lagi.

Rombongan Komisi III DPRD Badung tersebut dipimpin Wakil Ketua II DPRD Badung Made Sunarta. Selain Ketua Komisi III Putu Alit Yandinata, kunker ke Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani Gianyar juga diikuti anggota Wayan Sandra, Nyoman Graha Wicaksana, Made Reta, GN Saskara, dan sejumlah anggota lainnya. (RED-MB)