Foto: Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Denpasar, Gede Eka Wijaya Patriana.

Denpasar (Metrobali.com)-

Fenomena titip menitip siswa pada penerimaan siswa baru tiap tahun ajaran bukan merupakan hal baru. Tidak jarang tindakan menitip siswa ini melibatkan anggota Dewan Pimpinan Rakyat Daerah yang dinilai memiliki wewenang dan pengaruh di pemerintahan.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Denpasar, Gede Eka Wijaya Patriana menegaskan bahwa dirinya tidak membenarkan apabila hal itu untuk dilakukan oleh anggota dewan dari partai berlambang mawar putih tersebut.

Eka menilai fenomena titip menitip siswa pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) merupakan salah satu bentuk Nepotisme yang harus dihindari.

“Titip menitip siswa yang melibatkan anggota dewan merupakan hal yang jamak terjadi setiap tahun pada saat PPDB. Bayangkan apabila seluruh anggota dewan menerima titipan, akan ada ratusan siswa(i) yang haknya dihilangkan untuk masuk sekolah negeri,” tutur Eka usai memberikan sambutannya pada acara ulang tahun DPC PSI Denpasar Selatan, Minggu, (23/5/2021).

Eka menilai anggota dewan seharusnya memastikan setiap sekolah melakukan proses penerimaan siswa baru ini sesuai dengan prosedur yang ada. Selain itu dirinya menghimbau agar pihak sekolah tidak ragu untuk menolak titipan siswa dari anggota dewan.

Menurutnya semua pihak harus berperan untuk mencegah terjadinya praktik ketidakadilan ini. “Kami ingin memberikan dukungan kepada pihak sekolah untuk berani menolak siswa titipan dari oknum anggota dewan,” ungkap Eka

Tidak boleh ada praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dalam proses penerimaan siswa, sehingga semua peserta didik mendapatkan kesempatan yang sama untuk masuk ke sekolah favorit sesuai prestasi, kemampuan, dan tempat tinggal mereka.

Baca Juga :
Jembrana Kondusif Pelantikan Gubernur Bali, Polres Jembrana Siagakan 320 Personil

“Prinsip keadilan harus dikedepankan agar tidak menghilangkan kesempatan siswa/i yang lebih berhak sesuai zonasi,” imbuhnya.

Praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme ini menurut Eka sangat tidak sesuai dengan visi dan misi PSI. Partai yang digawangi anak muda ini sendiri memiliki platform yaitu anti korupsi dan anti intoleransi.

Eka menegaskan bahwa PSI dengan tegas memberikan sanksi bagi anggota dewan PSI yang terbukti melakukan titip menitip pendaftaran siswa baru.

“Sudah jelas titip menitip siswa ini tidak sesuai dengan DNA PSI. Jika ada pihak sekolah yang menemukan anggota dewan PSI melakukan hal tersebut, silahkan laporkan pada kami dan kami tidak akan segan untuk melakukan PAW,” tandasnya. (wid)