Denpasar (Metrobali.com)

 

Penatalaksanaan pelayanan kesehatan tradisional yang terintegrasi dent Rumah Sakit mulai disusun. Pelayanan kesehatan tradisional untuk kebugaran (wellness) sebagai Implementasi Pergub Bali Nomor 55 Tahun 2019 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional Bali yang mengamanatkan adanya potensi SDM yang unggul, warisan budaya dan kekayaan sumber daya alam yang melimpah merupakan modal untuk mengembangkan pengobatan usada tradisional Bali.

Pelayanan kesehatan tradisional integrasi sebagai bentuk pelayanan kesehatan yang mengkombinasikan pelayanan kesehatan konvensional dengan pelayanan kesehatan tradisional komplementer, untuk itulah perangkat peraturan rumah tangga yang terangkum dalam AD/ART, kode etik, kelengkapan KTA dan administrasi serta advokasi hukumnya sedang diakselerasikan,” kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat GOTRA PENGUSADA, Dr. Putu Suta Sadnyana, SH., MH. didampingi Wakil Ketua, Dr. I Nyoman Sridana, S. Kes. H, M.Si (Wakil Ketua) saat rapat pengurus Gotra Pengusada Bali di kantor Dinkes Prov Bali di Denpasar Sabtu, 17 Des 2022.

Pentingnya pilar dan wadah advokasi hukum untuk menghindari terjadinya malpraktik administrasi, maka dari itu pentingnya senantiasa menjaga dan mengawasi setiap anggota agar menjunjung tinggi martabat kehormatan profesi sesuai dengan Kode Etik sesama dan peraturan hukum yang berlaku.

“Juga dalam rapat tersebut ditekankan dalam penyusunan program jangka pendek dan jangka panjang masing-masing DPC,” terang Putu.

Diharapkan, lanjutnya, agar seluruh komponen Gotra Pengusada dapat mengumpulkan data mengenai keberadaan pengusada di wilayah Provinsi Bali dan melakukan pembinaan.

“Bahkan disarankan untuk mengadakan sendiri atau bekerjasama dengan pemerintah atau pihak lain kegiatan pendidikan/pelatihan guna meningkatkan kualitas para anggota Gotra Pengusada, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia anggota,” tutur Putu.

Dalam upaya memberikan pelayanan kesehatan cuma-cuma kepada orang-orang miskin. Sebagai komitmen Gotra Pengusada sebagai Asosiasi Penyehat Tradisional Bali sebagai wadah untuk meningkatkan dan/atau mengembangkan pengetahuan dan keterampilan, martabat dan etika profesi Penyehat Tradisional Bali yang keberadaannya saat ini berjumlah 5000 orang tersebut. (hd)